gunung agung
Tourism

Yuk, Nikmati Wisata Erupsi Gunung Agung

Gejolak di masyarakat dan dunia usaha serta pemerintah pada masa siaga darurat dalam status Awas Gunung Agung, hingga kini masih berlangsung. Semua sektor saling bahu-membahu agar tidak ada korban jika gunung setinggi 3.031 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu sewaktu-waktu erupsi atau meletus.

Zona berbahaya yang ditetapkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) adalah radius 12 kilometer dari puncak Gunung Agung. Di luar itu aman, dan jika terjadi erupsi hanya terpapar abu.

Para wisatawan tidak harus takut. Namun, mereka harus mempersiapkan untuk mengatasinya dalam satu tas yang selalu dibawa ke mana-mana.

Makanya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB mengusulkan untuk menjual paket wisata lava tour maupun pemotretan erupsi Gunung Agung bagi wisatawan mancanegara dan lokal.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyakini paket wisata itu akan menjadi kesempatan baru untuk menarik turis lokal maupun mancanegara.

“Gerhana matahari yang hanya beberapa detik saja ditunggu, letusan gunung api juga dapat menjadi objek yang menarik untuk direkam,” jelasnya dikutip dari keterangan tertulis, beberapa waktu lalu.

Baca Juga : Harapan vs Kenyataan Tempat Wisata Hits Tanah Air

Dia mengungkapkan ada dua sudut pengambilan gambar yang menarik. Pertama, dari sisi laut. Radius 25 Km dari Gunung Agung termasuk zona aman dari sisi laut.

Sisi paling bagus adalah di timur ke utara, karena keuntungan posisinya adalah melihat lontaran batu pijar dari kawah Gunung Agung dan pada waktu yang tepat akan menghasilkan foto yang menakjubkan. Selain itu, dari sisi utara ke timur pada radius 35 km zona aman dapat melihat keindahan Gunung Batur dengan background erupsi Gunung Agung. Akan menghasilkan foto siluet panorama Gunung Batur.

“Tentunya selalu update rekomendasi dari PVMBG dan BMKG saat melakukan pengambilan gambar,” jelasnya.

Kedua, dari sisi darat, terinspirasi memotret Candi Borobudur dari Pucuk Setumbu menghasilkan gambar yang istimewa. Dari Google earth ada empat titik yang representatif, tetapi ada satu titik yakni dari Pura Lempuyang (± 1.100 mdpl) tentunya akan menghasilkan gambar yang indah dengan foreground pura.

Jarak yang aman dengan radius 16,5 Km dari Gunung Agung, wilayah aman dari dampak erupsi dan pada waktu yang tepat akan menghasilkan foto yang menarik.

“Tetap harus diingat bahwa jarak aman sewaktu-waktu dapat berubah sesuai dengan rekomendasi PVMBG. Proyeksi dari Google Earth ini juga harus melakukan survei ke lokasi yang sudah ditentukan. Visual daerah yang dituju juga perlu dilihat, apakah ada pohon besar yang menghalangi menara pemantau tersebut atau tidak,” paparnya.

Sinergi pemerintah, dunia usaha dan masyarakat sekitar menjadi potensi sumber daya manusianya, sehingga turut meningkatkan ekonomi desa tersebut.
Karena itu pihaknya menyakinkan, dibalik kesulitan pasti ada keberkahan dari Sang Pencipta Alam Semesta.

“Bagi masyarakat sekitar berilah jeda dengan menjauh dari radius 12 Km, untuk Gunung Agung melontarkan kekayaan pasir yang berlimpah untuk masyarakat sekitar,” jelasnya. (Foto : Sri Purbahayu /Backpaker Nusantara)

About the author

Related Posts