Wisata Alam Di Tengah Padatnya Jakarta
Tourism

Wisata Alam Di Tengah Padatnya Jakarta

Toptier.id – Di tengah padatnya Ibukota, ternyata Jakarta masih menyimpan wisata alam yang menyejukkan bagi masyarakat di Ibukota. Terdapat di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) Penjaringan, Jakarta Utara, terdapat Taman Wisat Alam (TWA) Angke Kapuk, Hutan Mangrove.

Wisata alam ini merupakan type lahan basah yang didominasi vegetasi utama mangrove, kawasan tersebut telah berubah menjadi tambak dan telah direhabilitasi tanaman mangrove 40% tindakan pelestarian dan penanaman kembali hutan mangrove.

TWA ini menawarkan berbagai fasilitas hiburan yang murah meriah bagi warga Ibukota, pada saat akan memasuki TWA kita akan disambut bangunan sekolah Budha Tzu Chi super megah. Setelah masuk kedalam akan melewati masjid Al Hikmah yang terbuat dari kayu dan terletak di atas danau. Kamar mandi dan tempat wudlu di masjid ini bagus dan bersih. Lebih kedalam lagi akan melewati pepohonan yang sangat sejuk ditambah dengan terpaan angin laut.

Untuk masuk kedalam TWA ini dikenakan biaya sebesar Rp25.000 untuk dewasa dan anak-anak Rp10.000 rupiah dan untuk biaya parker kendaraan roda empat sebesar Rp10.000 dan roda dua Rp5.000 dan bus Rp50.000 rupiah. Sedangkan untuk wisatawan asing dikenakan biaya masuk sebesar Rp250.000 perorang, dengan biaya yang cukup terjangkau tentu sangat manarik minat para pengunjung terutama anak muda Ibukota.

Tidak hanya wisatawan lokal, TWA juga sering dikunjugi oleh wisatawan asing, “turis asing yang datang cukup banyak, tahun 2015 lalu ada sebanyak 129 orang yang datang, kebanyakan dari India, China dan Prancis” ucap Irma selaku Accounting dan Finance TWA.

Memiliki luas sebesar 99.82 hektar hampir 100 hektar, TWA banyak menawarkan tempat fasilitas rekreasi alam yang menyenangkan. Seperti jelajah wisata alam, permainan air, penginapan pondok alam dan rekreasi keluarga, berkemah dengan penginapan permanen atau pondok kemah, pemotretan, pendidikan, dan penelitian.

TWA sendiri sudah ada sejak tahun 1997 namun mulai aktif dijadikan tempat wisata pada tahun 2009 yang kelola oleh Murni Harahap. Sejak didirikan sampai saat ini antusiasme warga terhadap TWA cukup baik dengan semakin membludaknya pengunjung. Untuk hari-hari biasa pengunjung bisa mencapai 300 orang, sedangkan untuk hari libur bisa mencapai 6000 orang. “karena semakin banyak tamunya kalau dulu awal-awal masih sedikit kadangkan kita weekend aja bisa sampai 3000 sampai 6000 pengunjung” ungkap Irma.

Kekurangan TWA

Luasnya wilayah ini tidak didukung dengan sumber daya manusia yang berkerja disini, karena masih sangat kurang untuk petugas yang bekerja disini, “kalau untuk kekurangannya hanya  sumber daya manusianya saja yang kurang untuk security ada 30, anak bulanannya sekitar 20da  ada komandan 3 orang sekitar 55 orang, keseluruhan ada 55 orang” jelas Irma. Dengan wilayah yang cukup luas dan pengunjung yang semakin ramai memang sumber daya yang dimiliki masih sangat kurang, ditambah dengan sangat minimnya jaringan sinyal ponsel di daerah ini, sebab jaringan ponsel sangat dibutuhkan para pengunjung yang datang untuk berkomunikasi.

Dan untuk jalan masuk saat ini masih dalam perbaikan agar menjadi lebih baik lagi, saat ini di TWA sedang dibangun jalan beraspal dan shulter untuk para pengunjung yang datang, “kalau untuk pengembangan mangrovenya sih enggak ya, paling kita sekarang sedang nambah jalan, jalan wisatanya biar lebih luas lagi kan ini masih banyak yang belum kejangkau. Sama bikin shulter persinggahan istirahat kalau jalan-jalan gitu dan karena ini sedang berlangsung jadi kemungkinanan April atau Mei sudah rampung semua” tutur Irma.

Biaya rekreasi di TWA

Untuk tiket wisata air:

  • Naik perahu Rp300.000 6 orang
  • Naik perahu Rp400.000 8 orang
  • Kano & perahu dayung Rp100.000 per-45 menit

Paket penanaman konservasi:

  • Penanaman mangrove Rp150.000 perorang
  • Penanaman nostalgia Rp500.000 perorang, fasilitas 1 pohon bibit mangrove dan papan nama

Foto pra wedding dengan biaya Rp1500.000:

  • Maximum crew 7 orang (termasuk calon pengantin)
  • Fasilitas semua lokasi outdoor TWA
  • 1 satu unit camping ground untuk ruang ganti

Dan disini juga tersedia penginapan atau rumah tenda bagi yang ingin bermalam di TWA untuk merasakan penginapan di tengah hutan mangrove.

Camping ground (rumah tenda):

  • Biaya Rp300.000 untuk 2 orang per malam tanpa AC

Pondok alam atas air:

  • Biaya Rp450.000 per malamtanpa AC
  • Biaya Rp600.000 per malam dengan AC

Villa pondok alam Rhizopora:

  • Biaya Rp1300.000 per malam, 2 kamar tidur ruangan AC

Villa pondok alam avicennia:

  • Biaya Rp1500.000 per malam, 2 kamar tidur ruangan AC

Villa pondok alam Egreta:

  • Biaya Rp3000.000 per malam, 3 kamar tidur ruangan AC

Villa honeymoon cottage:

  • Biaya Rp5000.0000 per malam, ruangan AC

Villa pondok alam bertingkat Rhizophora:

  • Biaya Rp5000.0000 per malam, ruangan AC. Satu kamar diatas dan ruang meeting room dibawah dapat menampung 10-15 orang

Villa pondok alam Rhizophora (rumah betang):

  • Biaya Rp6000.000 per malam, 10 kamar. Ada ruang rapat dan ruangan AC.

Secara lokasi, Taman Wisata Alam Angke Kapuk sangat bagus. Adanya pondokan dan lokasi kemah bisa menjadi alternatif liburan keluarga sekaligus pengenalan alam kepada keluarga dan masyarakat di sekitar ibukota.

(baca juga: 7 Wisata Alam Kota Bandung Yang Menarik Dikunjungi)

About the author

Related Posts