Tourism

Tracking Seru di Sarang Komodo

Dari sekian banyak cerita perjalanan di Indonesia, perjalanan ke timur menuju Taman Nasional Komodo (TNK) menjadi salah satu tempat yang punya paling banyak cerita. Terlalu banyak keindahan yang bisa diceritakan sampai tiada habisnya.

Bagi kebanyakan orang, kadal raksasa komodo memang menjadi atraksi utama yang membuat ingin berkunjung ke Labuan Bajo dan TNK. Namun, ketika sampai di sana, akan ada begitu banyak hal yang membuat terkagum-kagum.

Binatang langka yaitu Komodo yang hanya hidup dalam kawasan taman nasional Komodo dimana tersebar dibeberapa pulau yaitu pulau Komodo, Rinca, Nusa Kode, Gili Motang, Padar dan Wae Wu’ul di pulau Flores.

Untuk melihatnya hidup di habitat asli, Pulau Rinca saat ini lebih difavoritkan jika dibandingkan dengan Pulau Komodo. Pertimbangan banyak traveller memilih melihat Komodo di Pulau Rinca karena jarak pulau ini lebih dekat ke Labuan Bajo dibanding Pulau Komodo.

Untuk melihat komodo di sana, kita berkeliling sambil ditemani dengan oleh Ranger yang sudah berpengalaman. Pihak Ranger pun akan terlebih dulu menanyakan perihal jalur trekking yang ingin diambil, apakah yang pendek, sedang atau panjang. Rute pendek lamanya sekitar 1-2 jam, medium sekitar 2-3 jam, dan panjang di atas 4 jam.

Selain pada jarak dan waktu tempuh, perbedaan lainnya terletak pada tingkat kesulitan. Semakin jauh maka jalur akan semakin menanjak dan semakin melelahkan. Namun tidak ada sesuatu yang indah bisa didapatkan dengan mudah, begitu pun halnya di pulau ini.

Buat kamu yang hobi berpetualang, disarankan memilih trek panjang karena di sini kamu bisa menjumpai komodo dengan berbagai ukuran dan pastinya lebih besar.

Baca Juga : 30 Inovasi yang Merubah Wajah pada Tahun 2017

Terbentang luas perbukitan padang savana, membuat kamu seperti sedang berpetualang di Afrika. Lokasi yang cocok buat selfie, atau memotret pesona alamnya untuk kamu upload di Instagram, Facebook, dan Twitter. Atau pamer ke teman dengan video Snapchat.

Selama perjalanan, kamu akan melewati medan bebatuan, mulai dari tanjakan dan turunan. Pohon-pohon hanya bisa kamu lihat di dekat sumber mata air, yang biasanya jadi tempat berkumpulnya komodo.

Pesona Pulau Rinca bisa kamu nikmati dari puncak bukit, dengan titik tertinggi pulau ini berada di Doro Ora dengan ketinggian sekitar 670 mdpl. Masyarakat Flores menyebutnya Doro Ora. Doro adalah gunung, sedangkan ora adalah komodo. Inilah yang menjadi titik pandang Pulau Rinca, menatap luasan padang rumput dan laut biru yang melatarinya.

Ada dua ribu lima ratus ekor komodo mendiami tanah ini. Sedikit lebih banyak daripada jumlah komodo yang ada di Pulau Komodo sendiri, meskipun Pulau Rinca terbilang masih kalah luas. Lantaran kepadatan komodo per kilometernya lebih tinggi daripada pulau kompatriotnya, peluang untuk bertemu komodo juga lebih besar di pulau ini.

Dilansir dari Wikipedia, Komodo adalah binatang pemakan daging atau karnivora. Komodo yang masih muda memangsa serangga, cicak dan burung sebagai makanannya. Komodo muda ini sampai berumur dua tahun menghabiskan sebagian besar waktu mereka di pohon untuk melindungi diri dari serangan komodo yang lebih besar atau predator lainnya seperti babi hutan. Komodo dewasa memangsa rusa, babi hutan, kuda, dan kerbau air. Komodo juga memakan bangkai binatang.

Komodo menggunakan lidahnya untuk mencium bau dan dapat mencium bau hingga jarak 5 km. Air liur komodo mengandung banyak bakteri mematikan. Terdapat lebih dari 60 jenis bakteri yang terdapat di dalam air liur komodo dan paling tidak salah satu di antaranya dapat menyebabkan keracunan pada darah. Mangsa yang digigit dapat mati dalam waktu sehari sampai beberapa minggu akibat keracunan dalam darahnya.

Selain binatang Komodo terdapat banyak binatang liar lainya yang hidup secara bersama dalam kawasan sebagai makanan Komodo seperti; Kerbau, Kuda, Rusa, Babi hutan, monyet dan beberapa jenis burung.Jangan heran, jika baru sebentar saja jalan sudah menjumpai rusa sedang bersembunyi di balik pepohonan, atau kerbau liar yang sedang berendam di kubangan lumpur.

About the author

Related Posts