alam bebas
Tourism

6 Teknik Dasar Bertahan Hidup di Alam Bebas Bagi Kamu yang Hobi Bertualang

Bertualang di alam bebas seperti misalnya mendaki gunung, memang merupakan sebuah kegiatan positif dan menyenangkan yang banyak digemari para pecinta alam. Namun saat melakukan kegiatan ini, tentu Anda harus mengetahui teknik dasar bertahan hidup di alam bebas.

Meski terlihat sepele, akan tetapi berada di alam bebas tentu berbeda saat kita berada di kota. Mengapa? Karena kita dapat menemukan berbagai hal yang tak terduga.

Agar Anda tidak kesusahan nantinya, simak beberapa tips dasar bertahan hidup di alam bebas, seperti dirangkum dari beberapa sumber:

 1.  Jangan panik

Hal ini menjadi yang utama saat Anda mulai tersesat. Jangan panik dan tetaplah fokus pada jalan di depan Anda. Jika Anda panik dengan teriak – teriak atau hanya menangis di tempat, maka hal itu tidak akan menghasilkan apa pun.

Saat Anda tersesat dan harus bertahan hidup, tenangkan diri, ambil nafas yang panjang dan kuatkan mental Anda. Memang, situasi saat bertahan hidup sangat mencekam dan bahkan mengerikan. Tapi, Anda sangat butuh pikiran tenang dan hadapi dengan pikiran yang positif.

 2.  Pelajari lingkungan sekitar

Mempelajari lingkungan sekitar juga tidak kalah pentingnya saat bertahan hidup di gunung. Carilah perbukitan atau area terbuka agar dapat melihat tanda – tanda alam seperti bukit, gunung atau tebing yang Anda kenali sebagai orientasi arah. Lembah biasanya berarti ada aliran sungai, Anda bisa mencari air untuk minum.

Saat bermalam, tidurlah di tempat yang lebih tinggi untuk menghindarkan diri dari binatang buas. Jangan tidur di tepi sungai, karena hewan liar kerap kali turun minum pada malam hari.

 3.  Cek barang bawaan

Lihat kembali barang – barang bawaan Anda, seperti makanan dan minuman, senter, jaket, hingga telepon seluler. Anda harus bisa menggunakan barang bawaan tersebut secara benar dan tepat.

Berpikirlah lebih kreatif dan teliti dalam menggunakan barang-barang Anda untuk bertahan hidup. Anda bisa menggunakan jaket untuk alas tidur, botol minum bekas untuk menampung air hujan dan mengambil air sungai untuk diminum.

(Baca juga: Begini Wanita Korea Selatan Jaga Kecantikannya)

 4.  Perhatikan tumbuhan yang aman untuk dimakan

Agar Anda terhindar dari keracunan ataupun gangguan pencernaan, berikut cara mennetukan makanan yang tepat ketika terjebak di alam bebas:

  • Pilih tumbuhan yang dimakan monyet/kera.  Secara genetik primata ini yang paling menyerupai manusia, otomatis makanan yang mereka makan akan lebih mudah diterima oleh pencernaan kita.
  • Anda dapat mencari atau berburu hewan. Misal: Ayam hutan, burung, jangkrik, serangga, kelelawar, katak, tikus, cacing dll
  • Hindari tumbuhan berbulu. Tumbuhan berbulu, tidak bisa dicerna oleh organ pencernaan manusia. Kalau tetap nekat memakannya, Anda bisa mengalami iritasi organ pencernaan.
  • Hindari Tumbuhan yang mengandung banyak getah. Tumbuhan bergetah biasanya gatal dan menyebabkan keracunan.
  • Hindari tumbuhan yang berbau tidak sedap atau menyebabkan pusing
  • Carilah umbi dari tanaman. Misal: bengkoang, talas, kentang, dll
  • Carilah Batang yang dapat dimakan. Misal: tebu, rebung, batang pisang, dll
  • Carilah Daun yang dapat dimakan. Misal: selada air, daun paku, daun singkong, daun pakis, dll
  • Jika terpaksa carilah Jamur. Hindari yang berwarna mencolok, baunya menyengat, mengeluarkan getah, tumbuh di kotoran hewan dan berbintik-bintik kontras.

 5.   Coba berkomunikasi

Ponsel menjadi barang utama yang harus Anda perhatikan. Begitu Anda hilang atau tersesat, segera cek sinyal ponsel dan baterai. Kalau ada sinyal, segera beritahu rekan – rekan atau pihak lain yang bisa mencari pertolongan. Gunakan telepon seperlunya, hemat baterai ponsel untuk keperluan menelepon yang sangat penting.

Jika ponsel sudah tidak bisa digunakan, Anda bisa mencoba memberi tanda dengan membuat asap dari ranting kayu dan daun kering. Carilah tempat yang agak terbuka agar asap yang Anda buat bisa membumbung tinggi.

 6.  Tinggalkan jejak

Saat bertahan hidup di alam bebas, Anda harus terus berjalan untuk mancari jalan keluar atau bertemu dengan pendaki lain. Oleh karena itu, tinggalkanlah jejak Anda saat mencari jalan keluar.

Meninggalkan jejak bisa dengan cara menyobek baju dan mengikatkannya di ranting – ranting pohon, mengikat slayer di pohon, atau meninggalkan benda – benda Anda seperti baju atau celana yang dapat dikenali oleh teman Anda yang melakukan pencarian atau tim SAR. Jika Anda membawa pulpen atau spidol, tulis nama Anda pada benda – benda yang akan ditinggalkan sebagai jejak.

(Baca juga: Tips Menghilangkan Jerawat di Punggung dengan Tomat)

About the author

Related Posts