Tanda Anda Kelelahan Bekerja
Health

6 Tanda Anda Kelelahan Bekerja dan Butuh Piknik Segera!

Merasa mulai jenuh dengan pekerjaan kantor? Atau sudah mulai lelah dengan skripsi yang tak kunjung usai? Mungkin ini adalah salah satu tanda anda kelelahan bekerja jika Anda butuh piknik.

Memang, fokus dengan apa yang sedang Anda kerjakan itu bagus. Tapi, ada kalanya tubuh Anda pun butuh waktu untuk beristirahat. Karena sejatinya, manusia bukanlah robot yang bisa terus-menerus bekerja tanpa istirahat.

Yang jadi permasalahannya adalah jika Anda kurang paham akan kapan harus berhenti atau istirahat sejenak dari pekerjaan itu. Hal ini tentu menyebabkan kepenatan yang bisa berujung pada gangguan fisik maupun jiwa.

“Meskipun hampir semua orang membutuhkan istirahat sesekali, banyak yang jarang mengambil hari libur karena mereka khawatir orang lain akan memandang rendah mereka,” ujar Paula Davis-Laack, PhD, penulis buku Addicted to Busy.

Stres tingkat tinggi tidak hanya akan menyebabkan kelelahan, tetapi juga dapat menyebabkan masalah perut, sulit tidur, sakit kepala, dan banyak lagi, menurut ulasan para peneliti dari University of South Florida pada 2011.

Tapi, bagaimana Anda tahu kapan Anda telah mencapai titik puncak stres dan jenuh dan sudah harus pergi berlibur? Berikut tanda-tanda penting Anda sedang berada di puncak stres dan butuh piknik segera:

  1. Gampang marah

Anda menjadi sangat sensitif bahkan gampang marah kepada hal kecil. Padahal dulu Anda orangnya penyabar, tapi kenapa sekarang jadi gampang marah? Ini bisa jadi tanda kalau Anda udah stres tingkat tinggi. Segera atasi stres Anda ini dengan berlibur supaya otak Anda bisa refresh kembali.

  1. Menjadi pelupa

Jika kita terus-menerus melupakan rencana atau janji yang kita buat, ada kemungkinan bahwa mental kita sedang tertekan. Riset membuktikan, stres kronis dapat mendatangkan dampak negatif langsung pada memori spasial, yang bertanggung jawab untuk membantu mengingat lokasi dan menghubungkan objek.

  1. Selalu merasa sakit kepala

Apakah kita selalu mengalami sakit kepala yang tajam dan menusuk sepanjang hari? Itu mungkin tanda dari tubuh agar sedikit bersantai. Menurut Mayo Clinic, sakit kepala bisa menjadi pertanda dehidrasi atau pun akibat langsung dari stres. Apapun itu, kita harus mencari tahu penyebabnya, daripada kita harus meminum obat-obatan yang justru mengandung efek samping.

 

 

Baca juga: 5 Tempat Wisata Jakarta yang Tak Banyak Orang Tahu

  1. Sakit sepanjang waktu

Jika kita merasa pening, flu, atau batuk yang tidak pernah berakhir, juga pilek, maka mungkin sistem kekebalan tubuh sedang melemah karena terlalu lelah. Tekanan yang konsisten dalam jangka waktu yang lama dapat mempengaruhi kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi. Oleh karena itu, sangat penting untuk beristirahat. Cobalah untuk beristirahat sebentar saja di siang hari, agar tubuh kembali merasa segar.

  1. Anda mulai membuat banyak kesalahan

“Stres kronis adalah penyebab paling umum dari kesalahan kerja, dan itu pertanda bahwa Anda mungkin perlu untuk mengambil langkah mundur,” kata Davis-Laack.

Hasil studi menunjukkan bahwa ketika dokter dan apoteker stres atau memiliki beban kerja yang berat, mereka rentan membuat kesalahan yang serius dan dapat berpotensi fatal bagi pasien.

Jika Anda mengalami hal yang serupa, Davis-Laack menyarankan Anda untuk mundur sejenak dari pekerjaan.

“Buatlah atasan Anda atau klien tahu bahwa Anda butuh waktu untuk memperbaiki kesalahan Anda dan akan mengambil langkah-langkah untuk memastikan hal itu tidak terjadi lagi,” tuturnya.

  1. Rekan kerja terus bertanya apakah Anda baik-baik saja

Orang lain mungkin melihat bahwa Anda sedang stres sebelum Anda menyadarinya. Jika rekan kerja Anda tetap mendekat untuk mengatakan, “Kau tampak lelah,” atau bertanya, “Apakah ada yang salah?” maka itu bisa menjadi tanda bahwa stres Anda, kata Davis-Laack, telah begitu jelas terlihat oleh seisi kantor.

Tanda lainnya, Anda rewel dan orang lain jadi menjaga jarak lebih dari biasanya. Jika itu yang terjadi, Anda mungkin memang “kurang piknik” dan perlu waktu off lebih dari satu atau dua hari.

Andrew Shatte, PhD, seorang psikolog yang turut membantu menulis meQuilibrium: 14 Days to Cooler, Calmer, and Happier merekomendasikan Anda untuk memiliki waktu santai setiap hari di sela pekerjaan, seperti berjalan-jalan atau santai sambil minum kopi.

About the author

Related Posts