pendaki disabilitas dilarang mendaki everest
Tourism

Tahun 2018, Penyandang Disabilitas Dilarang Mendaki Gunung Everest

Kementerian Pariwisata Nepal melarang pendakian solo dan orang disabilitas untuk mendaki gunung Everest. Menyusul pelarangan ini diterapkan guna untuk mengurangi jumlah korban di pegunungan. Aturan baru ini mulai diterapkan sejak akhir tahun 2017.

Dilansir dari Guardian, pendaki solo harus didampingi pemandu gunung. Dan mereka yang mendampingi penjelajahan itu harus memenuhi syarat dan bersertifikat. Selain itu Pemerintah Nepal pun melarang pendaki berusia di bawah 16 tahun. Selain itu, saat ini Pemerintah Nepal juga sedang mendorong pembatasan usia pendaki yakni 76 tahun, menyusul setelah adanya pendaki berusia 85 tahun yang tewas pada Mei 2017 lalu.

Baca Juga: Untuk Pemulihan Ekosistem, Jalur Pendakian Gunung Merbabu Ditutup Sementara

Gunung Everest awalnya hanya menarik para pendaki-pendaki elite. Namun karena biaya yang relatif terjangkau, akhirnya sejumlah pendaki gunung pemula mencoba menaklukan gunung ini. Terbanyak pendaki berasal dari Tiongkok dan India.

Hal ini membuat para pendaki berpengalaman merasa khawatir jika gunung tersebut menjadi penuh pendaki. Sementara standar keselamatan sangat rendah.

Menurut data Himalaya, 29 orang disabilitas berusaha mendaki gunung Everst. 15 orang mencapai puncak. Sementara dua orang meninggal di gunung. Selain itu dari 8.306 pendakian ada 288 orang yang meninggal. Tahun ini enam orang pendaki meninggal dan 648 orang mencapai puncak.

About the author

Related Posts