Sports

Setelah Aksi Pelukan Hanifan, Lini Masa Media Sosial Langsung Adem

Setelah aksi pelukan Hanifan, lini masa media sosial langsung adem

Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto akan maju dalam pemilihan presiden 2019. Meski masih tahun depan, namun aroma perseteruan antar pendukung sudah panas.

Seperti yang kita ketahui rana media sosial begitu panas oleh pedebatan pendukung kedua calon presiden. Pedebatan yang yang tak kunjung selesai ini membuat banyak orang menjadi muak, karena pendukung masing-masing kubu merasa paling benar sendiri. Tak jarang kedua belah pihak melemparkan fitnah dan hoax.

Saking panasnya, bahkan muncul fenomena unfriend dan unfollow. Banyak pengguna Facebook terpaksa mengambil keputusan unfriend terhadap kawan-kawannya yang berbeda pilihan dan memberi komentar yang dianggap kurang pas.

Ada juga yang memutuskan untuk unfollow, yang artinya tetap bersahabat tetapi tidak ingin berbagai posting sahabatnya dibaca di linimasa (timeline)-nya. Betapa dahsyatnya dampak pilpres kali ini dalam dunia maya, sampai-sampai perbedaan pilihan capres harus memutus persahabatan di dunia maya. Namun, itulah yang terjadi.

Nah, Ajang Asian Games 2018 benar-benar menjadi pemersatu bangsa Indonesia. Sejenak arena perpolitikan Indonesia tergantikan dengan gaung para atlit Indonesia yang membuat kejutan dengan meraih hasil positif di ajang olahraga terbesar di Asia ini.

Hal yang menarik baru saja terjadi hari ini 29 Agustus 2018 di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah adalah saat Hanifan Yudani Kusumah yang meraih medali emas dari cabang olahraga Pencak Silat kelas C Putra 55kg — 60kg merangkul kedua calon presiden 2019-2024 yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Ini yang membuat ramai dan memuji aksi Hanifan Kusumah yang bisa merangkul keduanya. Selain itu aksi Hanifan ini membuat banyak netizen memberikan apresiasi kepada dirinya yang membuat para pendukung kedua calon presiden tersebut menjadi adem dan rukun.

“Realitanya kan mereka baik-baik saja tidak seperti di sosmed (sosial media) gitukan perang sana perang sini, kelihatannya enggak enak,” kata Hanifan. “Makanya, saya insan pencak silat harus mempersatukan itu.”

Hanifan mengaku tak merencakanan memeluk Jokowi dan Prabowo secara bersamaan. “Enggak rencanain, itu reflek aja,” kata Hanifan.

Hanifan mengakui, dirinya bangga bisa memeluk Jokowi dan Prabowo yang diyakininya, keduanya dapat membangkitkan Indonesia.

“Tidak seperti apa yang kita lihat di sosmed kan, sangat enggak enak dilihat dan dibaca. Realitanya itu, kita saling damai, tentram dan aman,” kata Hanifan.

Hanifan juga menjelaskan, pencak silat, selain budaya bangsa, juga dapat menjadi alat untuk membangun dan mempererat persaudaraan.”Saya akan mempertahankan itu, pencak silat itu bisa membangun Indonesia, bisa mempererat siapapun,” kata Hanifan.

About the author

Related Posts