Ritual Persalinan
Entertainment

Wah, 9 Negara Ini Punya Ritual Persalinan yang Unik Lho!

Melahirkan anak merupakan hal yang sangat indah, tak peduli di negara mana kita tinggal. Namun tahukah Anda bahwa setiap kebudayaan yang dimiliki tiap-tiap negara ternyata memiliki berbagai macam ritual persalinan yang unik?

Untuk mengetahuinya, berikut ini adalah beberapa ritual unik persalinan dari sembilan negara di dunia, seperti dilansir dari Purewow berikut ini:

  1. Jamaika

Di Jamaika, plasenta beserta tali pusar milik anak dikubur di dalam tanah, mirip seperti yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Namun bedanya, disana para teman dan kerabat keluarga menanam tunas pohon di atas tempat dikuburnya plasenta tersebut, lalu mereka semua bersama-sama menyaksikan tanaman tersebut tumbuh, seiring dengan pertumbuhan sang bayi. Ketika sudah mulai besar, sang anak biasanya bertugas untuk menurus pohon tersebut, dimana hal ini dipercaya akan mengajarkan anak dalam bertanggung jawab.

  1. Belanda

Tiga puluh persen proses persalinan di Belanda ternyata berlangsung di rumah, yang artinya para ibu hamil yang akan melahirkan, sering menggunakan jasa bidan dibandingkan dokter dalam proses tersebut. Selain itu para wanita Belanda juga cenderung tidak memakai obat-obatan penghilang rasa sakit selama persalinan berlangsung.

  1. Jepang

Seorang ibu baru di Jepang, biasanya akan tinggal di rumah orangtua mereka masing-masing selama sebulan setelah melahirkan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan ikatan batin ibu-anak, serta memulihkan kembali tubuh setelah melalui prose persalinan. Sehingga mereka pun jarang menghabiskan waktu bersama mertuanya setelah melahrkan.

  1. Amerika Latin

Di negara tersebut dikenal kata “La cuarentana”, jika diterjemahkan kurang lebih adalah “karantina”. Kata tersebut merupakan praktek yang dilakukan para ibu baru untuk absen sementara dari mengonsumsi beberapa makanan tertentu, dari akitivas seks, serta aktivitas fisik selama enam minggu setelah persalinan. Seluruh waktu tersebut biasanya akan dikhususkan untuk menyusui, sehingga anggota keluargannya yang melakukan tugas-tugas rumah tangga, mulai dari memasak hingga bersih-bersih.

  1. Turki

Setelah melahirkan, para ibu di Turki akan meminum minuman khusus bernama Lohusa Serbeti, yang terbuat dari kayu manis, gula, dan perwarna merah makanan. Dan biasanya disajikan segera oleh pihak rumah sakit.

(Baca juga: 5 Hal yang Perlu Diketahui Seorang Pemula Saat di Gym)

  1. Jerman

Di Jerman, semua ibu hamil mendapatkan buku kecil yang disebut “Mutterpass” yang selalu mereka bawa saat sedang berkunjung ke semua dokter yang menangani mereka selama hamil. Hal ini akan memudahkan para dokter untuk melihat kondisi serta kesehatan ibu dan bayi secara menyeluruh, serta juga bisa menjadi catatan yang cukup penting, yang bisa kembali dilihat nantinya.

  1. Nigeria

Di beberapa bagian pedesaan Nigeria, beberapa masyarakatnya melakukan pratek yang disebut “Omugwo”, dimana para nenek memandikan para cucunya untuk pertama kalinya. Hal ini dimaksudkan untuk mengingatkan para ibu baru, bahwa mereka tidak sendiri dalam proses membersarkan anaknya, karena ada banyak orang yang akan membantunya.

  1. Brazil

Dibanyak kebudayaan, suatu hal lazim jika teman-teman dan kerabat membawakan hadiah untuk ibu dan bayinya yang baru lahir. Namun anehnya hal ini tidak berlaku di Brazil, karena disana justru para ibulah yang diharapkan memberikan hadiah kepada tamu-tamu yang berkunjung ke rumah sakit.

  1. Finlandia

Sejak tahun 1930-an, pemerintah Finlandia telah memudahkan para ibu baru karena mereka menyediakan seperangkat starter kit yang mencakup semua barang-barang penting yang dibutuhkan seorang ibu saat mengurus bayinya yang baru lahir, mulai dari pakaian bayi, selimut, hingga beberapa mainan. Dan alangkah senangnya jika hal ini pun juga berlaku di Indonesia.

(Baca juga: Inilah 6 Hobi Yang Mendatangkan Banyak Uang)

About the author

Related Posts