medioker
Beauty

Pesona Medioker ala Korea

Hadir sebagai medioker di antara kelas high-end dan low-end dunia kecantikan, brand Korea sukses menjadi alternatif bagi pasar kecantikan di tanah air dengan ciri khas tersendiri.

Perbedaan mencolok dari karakterisik K-Beauty—sebutan kosmetik dan skin care Korea—adalah hasil akhir dari tampilan make-up.

Produk negeri gingseng biasanya menghasilkan tampilan wajah yang lebih dewy dan glow skin, sementara kosmetik Amerika dan Eropa berkiblat pada hasil akhir matte.

Perbedaan lain soal pendekatan langkah dalam membersihkan wajah.

Baca Juga : Glass Skin, Tren Terbaru Kecantikan Korea

Jika pada produk Amerika lebih dikenal tiga langkah utama, yaitu membersihkan-menyegarkan-melembabkan dengan urutan pemakaian facial wash-toner-moisturizer, pada pendekatan K-Beauty, urutan ini menjadi lebih panjang dengan 10 langkah, yakni pemakaian serum, ampul, dan masker wajah.

Selain itu, perbandingan harga juga menjadi salah satu pertimbangan utama konsumen memilih produk Korea.

Bandingkannya dari brand Clinique asal Amerika Serikat. Untuk mendapatkan pelembab saja, konsumen terkadang harus merogoh sekitar Rp600 ribu.

Sementara dengan harga sebesar itu, para perempuan sudah bisa mendapatkan tiga botol pelembab dari Etude House dengan isi yang sama banyaknya.

Geliat K-Beauty sebenarnya sudah mulai sebelum banyak gerai resmi produk kecantikannya hadir di Indonesia.

Endorsement dari para selebritas K-pop serta paparan informasi yang bertebaran di internet terkait K-Beauty membuat para penggemarnya tak sabaran menjajal skin care bak idolanya.

Alhasil, jalan lain pun ditempuh. Dari sekadar titip teman yang berada di Korea hingga serius membuka toko online khusus produk skin care Korea.

About the author

Related Posts