Tourism

Omah Kayu, Penginapan Unik Di Lereng Gunung

Bila anda sedang berkunjung ke Kota Batu, Jawa Timur, dan ingin merasakan pengalaman unik seperti menginap di rumah pohon, cobalah bermalam di Omah Kayu.

Terletak diketinggian sekitar 1.000 m dpl di lereng gunung Banyak, kita bisa menikmati landmark Kota Batu baik itu siang atau malam hari, sembari beristirahat.

Selain itu, lokasinya yang terletak diantara pepohonan membuatnya terlihat cukup unik. Ditambah lagi bahan kayu yang digunakan untuk membangun Omah Kayu ini selalu berhasil membuat para pengunjung untuk berfoto dengan latar objek wisata pemandangan alam favorit di Kota Batu ini.

Di sepanjang jalanan bukit telah disediakan bangku dari kayu atau dingklik yang bisa Anda manfaatkan untuk beristirahat. Dari sini, Anda bisa menikmati pemandangan layaknya pedesaan yang hijau dengan persawahan, pepohonan maupun lembah. Anda pun dapat melihat jajaran bangunan tinggi di area kota Malang yang menambah sudut pandang. Pemandangan inilah yang sebenarnya menjadi daya tarik tersendiri saat Anda berkunjung ke penginapan tak biasa di kota Malang tersebut.

Baca juga: Ijen Boulevard, salah satu jalan paling indah di Hindia Belanda yang Jadi Ikon Malang

Omah Kayu sendiri memang terbuka bagi umum, baik bagi tamu maupun non tamu. Walaupun begitu, ada batas waktu berkunjung bagi para non tamu yaitu berlaku hingga . Batas kunjungan bagi non tamu hanya terbatas hingga pukul 5 sore. Lebih dari waktu tersebut, Omah Kayu hanya dapat diakses oleh para tamu yang menginap.

Terdapat 6 unit bangunan utama yang disewakan kepada pengunjung. Dengan dimensi 3 m x 2 m x 2 m, yang tentunya cukup nyaman untuk ditempati bersama oleh 2 hingga 3 orang. Walaupun terbuat dari kayu, namun benar-benar tertutup rapat, tidak banyak angin yang bisa masuk ke dalam kamar. Pengunjung tidak akan terlalu terasa dingin walaupun udara diluar sangat dingin di malam hari.

Selain itu, fasilitas yang sudah tersedia di dalam kamar diantaranya berupa 1 unit tempat tidur, bantal, selimut serta perlengkapan makan minum. Sedangkan untuk kamar mandinya sejumlah 2 unit namun berada di luar, tamu harus keluar dari kamar dan berjalan keluar untuk mencapai kamar mandi. Oleh karena udaranya yang sangat dingin, tersedia air hangat untuk mandi.

Kapasitas masing – masing Omah Kayu itu berbeda. Mulai dari hanya bisa ditempati dua orang sampai maksimal enam orang. Harga sewanya mulai dari Rp 350 ribu hingga Rp 750 ribu per malam. Sarapan pagi adalah salah satu fasilitas yang diberikan kepada tamu.

Baca juga: Yuk Berwisata Misteri Ke Wisma Erni di Malang!

Omah Kayu yang didirikan sejak 2013 silam ini dijamin keamanannya. Daya tahan kayu maksimal lima tahun dan harus diganti yang baru. Selain itu, jika angina kencang dengan kecepatan 25 kilometer per jam maka diputuskan ditutup tak boleh disewa. Ini semua demi keamanan penyewa Omah Kayu.

“Selalu ada petugas kami yang berjaga setiap hari. Kalau dirasa membahayakan, tentu kami akan tutup dulu tak boleh ada tamu yang menginap,” ujar Untung Gunari, perwakilan pengelola Omah Kayu.

Omah Kayu yang berada di Gunung Banyak ini juga masih satu kawasan dengan wahana wisata paralayang. Tempat ini juga merupakan salah satu spot terbaik bermain parayalang. Sehingga tak sekedar menginap, kita bisa bermain paralayang yang dikelola secara professional.

About the author

Related Posts