vokalis koes plus
Entertainment

Mengenang Koes Plus: Selamat Jalan Sang Vokalis

Band legendaris Koes Plus yang dibentuk pada tahun 1969 ini membawa sebuah legenda. Musiknya yang terkenal sering dianggap sebagai pelopor musik pop dan rock n roll di kancah musik Indonesia.

Namun band legendaris Koes Plus yang menyisakan vokalis dan gitaris Yon Koeswoyo ini telah berpulang ke pangkuan sang pencipta tadi pagi, Jumat (5/1). Ia telah berjuang melawan sejumlah penyakit komplikasi yang dideritanya.

Semasa hidupnya, ia tergabung dalam band Koes Bersaudara yang kemudian berganti nama menjadi Koes Plus bersama saudara-saudaranya.

Bersama Koes Plus, dirinya melantunkan sejumlah lagu-lagu hits abadi. Sebut saja ‘Andaikan Kau Datang Kembali’, ‘Kolam Susu’, ‘Bujangan’, hingga ‘Why Do You Love Me’.

Baca Juga: Keindahan Air Terjun Niagara yang Membeku

Awal Berdirinya Koes Bersaudara

Koes Plus sendiri memiliki perjalanan yang terbilang panjang dalam belantika musik Tanah Air. Awalnya, Yon bersama dengan Jon, Tonny, Nomo, dan Yok Koeswoyo serta seorang di luar keluarga, Jan Mintaraga mendirikan grup musik bernama Kus Brothers.

Setelah Jan Mintaraga mengundurkan diri, nama band tersebut berganti menjadi Kus Bersaudara dan berubah menjadi Koes Bersaudara.

Perjalanan karier, sang vokalis Yon Koeswoyo tidak selalu mulus. Di tahun 1965, pada masa pemerintahan Presiden Ir. Soekarno, ia masuk bui. Ia dijebloskan ke dalam penjara di Glodok bersama Tonny, Nomo, dan Yok.

Saat itu, pemerintah tengah gencar memerangi musisi yang membawakan lagu-lagu rock and roll yang dianggap sebagai musik ‘ngak ngik ngok’. Tapi di dalam bui, mereka justru lebih giat berkarya dan menghasilkan lagu-lagu di antaranya ‘Di Dalam Bui’ dan ‘Balada Kamar 15’.

Setelah bebas pada 29 September 1965, mereka terus bermusik. Sejumlah lagunya pun menjadi hits.

Berganti Nama Band Menjadi Koes Plus

Koes Bersaudara kemudian berganti nama menjadi Koes Plus  setelah Murry bergabung menggantikan Jan Mintarga dan memperoleh puncak ketenaran di era 1970-an. Koes Plus bahkan dinilai sebagai salah satu pionir dari musik rock and roll di Indonesia.

Baca Juga: Tahun 2018, Penyandang Disabilitas Dilarang Mendaki Gunung Everest

Masa Keemasan Koes Plus

Nama Koes Plus mulai dielu-elukan khalayak setelah tampil membawakan lagu “Derita” serta “Manis Dan Sayang”, “Senja”, “Cintamu Telah Berlalu” dalam acara Jambore Band di Istora Senayan November 1970.

Yon bersama Koes Plus tampil bersama band Panbers dan beberapa band sohor lainnya seperti The Candies, band Bhajangkara,dan The Rhadows.

Saat itu lagu-lagu Koes Plus mulai dipengaruhi warna sweet sound ala Bee Gees dan The Cats. Yon Koeswoyo sendiri bahkan tiba-tiba berupaya menghasilkan vibra seperti halnya Barry Gibb dari Bee Gees.

Sejak itu popularitas Koes Plus seolah tak terbendung, menggelegak, dan merajai industri musil Indonesia. Terlebih setelah Koes Plus berpindah ke label Remaco yang dipimpin Eugene Timothy.

Koes Plus akhirnya menjadi mesin hits yang terus dipacu tiada henti oleh Remaco.

Dalam catatan pada tahun 1974 Koes Plus merilis sekitar 24 album yang berarti setiap sebulan sekali Koes Plus merilis 2 album.

Selamat Jalan Mas Yon Koeswoyo, karya-karyamu akan selalu kami kenang.

About the author

Related Posts