hiking-dengan-anak
Tourism

Mendaki Ajak Anak, Siapa Takut!

Mungkin tidak banyak orangtua yang memiliki inisiatif untuk mengajak serta anak-anaknya mendaki. Berbagai alasan banyak dilontarkan para orangtua.

Padahal, banyak manfaat yang didapat dari mengajak anak mendaki. Di antaranya melatih kemandirian dan makin mencintai alam. Tap sebelum itu butalah persiapan sedetail mungkin.
Berikut tipsnya.

1. Kenali Kondisi Tubuh Anak
Kapan usia yang tepat untuk bisa mengajak anak mendaki gunung tak bisa dijawab orang lain. Kamu yang orang tuanya harus menentukannya sendiri dengan melihat pada kondisi tubuh dan kesiapan mental si anak. Kamu juga harus memahami, bahwa kegiatan mendaki bukanlah sesuatu yang mudah. Jadi anakmu juga harus terbiasa dengan kondisi cuaca di gunung. Kenalkan dia dengan cuaca panas, udara dingin, juga kotornya tanah.

2. Biarkan dia mengenal sedikit demi sedikit
Sebelum mengajaknya ke “gunung” ada baiknya mengenalkan dia terlebih dahulu dengan perbukitan. Mengajak si anak mendaki Sikunir, Kelir, atau Andong bisa menjadi awal yang baik untuk Kamu yang berada di wilayah Jawa Tengah. Intinya, biarkan dia beradaptasi dengan udara dingin terlebih dahulu dengan mengenalkan cuaca dingin di bukit atau gunung yang tidak terlalu tinggi.

3. Rencanakan tujuan dan waktu sebaik mungkin
Karena mendaki dengan si kecil tidaklah mudah, maka Kamu perlu perencanaan yang matang mengenai destinasi dan juga waktu yang pas. Pilihlah gunung yang memiliki akses transportasi mudah. Biasanya anak-anak tidak betah dan cenderung akan rewel ketika terlalu lama berada di perjalanan. Jadi, jika bisa menggunakan pesawat untuk bisa cepat sampai di basecamp pendakian tentu akan semakin bagus. Atau bisa juga menggunakan kereta api, bagi beberapa anak moda transportasi ini lebih nyaman ketimbang bus.

Baca Juga : Film Negeri Dongeng, Dari Pendakian Samapai Ironi Negeri Kaya

4. Pilihlah alat mendaki yang nyaman
Saat mendaki, pilihlah pakaian yang benar-benar nyaman untuk orang tua. Begitu juga untuk si anak, pilihlah pakaian yang aman dan nyaman untuknya. Jangan lupa memakaikan jaket atau baju berlapis agar ia tidak kedinginan, dan juga sepatu.

5. Mendaki bersama tim akan lebih aman
Kalau Kamu berpikir tak perlu orang lain saat mendaki gunung bersama anak, mungkin Kamu salah. Bagaimana pun, saat mendaki bersama si anak, Kamu harus mengajak 2 atau 3 orang. Ini akan membantumu dalam membawa logistik, ataupun bergantian menggendong selama di perjalanan.

6. Jangan lupakan logistik khusus si anak
Mendaki gunung bersama anak membuatmu harus menyiapkan segala dengan ekstra. Kamu harus memahami kondisi trek, apakah akan menemui sumber air atau tidak, sehingga Kamuu bisa memutuskan seberapa air yang harus Kamu bawa. Jumlah susu juga harus Kamu perhitungkan dengan teliti, karena Kamu orang tuanya, jadi Kamu tahu kebiasaan si kecil saat minum susu. Misal berapa kali dalam sehari.

7. P3k adalah hal penting yang tak boleh Kamu lalaikan
Obat adalah salah satu hal oenting yang nggak boleh sampai tertinggal. Untuk anak-anak, obat yang harus dibawa biasanya obat masuk angin, obat diare, parasetamol, obat anti muntah, obat kembung, vitamin, kapas, kain kasa, hansaplast, alkohol, madu, salep untuk luka, nose drop pelega nafas saat dingin. Jenis obat yang dibawa bisa disesuaikan dengan kondisi anak dan juga kebutuhan si anak. Selain itu obat-obatan untuk orang tua juga perlu, seperti minyak urut, balsem, dll.

About the author

Related Posts