shafa haris
Entertainment

Melihat Aksi Labrak Shafa Haris dari Sisi Psikologi

Nama Shafa Harris menjadi perbincangan hangat setelah aksinya melabrak Jennifer Dunn di sebuah mal viral di media sosial. Siapakah dia?

Shafa Harris merupakan putri dari Faisal Harris, pria yang diduga selingkuh dengan Jennifer Dunn. Shafa merupakan putri ke-3 dari empat bersaudara hasil buah cinta dari Faisal dan Sarita Abdul Mukti.

Lantas bagaimana pandangan tindakan dari sisi psikologi terkait tindakan Shafa Haris melabrak Jenifer Dunn di sebuah mall tersebut.

Berikut pandangan Anggia Chrisanti, konselor dan terapis psikologi, kontributor Konsultasi Psikologi Aura seprti dikutip dari tabloidbontang.com

Meski sejuta rasa negatif dirasakan, biasanya anak merasa bahwa penyebabnya adalah si perempuan yang menjadi selingkuhan sang ayah. Bagi Shafa, istilahnya pelakor, perebut laki orang. Seluruh perasaan marah, jijik, sakit hati, bersatu menjadi dendam.

Jika kepada sang ayah masih bisa menahan, masih bisa mencoba menghargai, masih ada rasa sayang dan cinta, tidak demikian kepada pelakor ini. Maka dengan mudah seorang Shafa Aliya kemudian mengambil keputusan untuk membalaskan dendam, memberi peringatan hingga efek jera pada pelakor ini agar tahu diri dan menjauh dari ayahnya, menjauh dari kehidupan keluarganya.

Baca Juga : 6 Tempat Tersembunyi di Jakarta yang Instragramable

Perasaan takut akan rusaknya sebuah keluarga, ayah dan ibu bercerai, mengalahkan perasaan takut lainnya. Gelap mata, lupa, bahwa perbuatan membalas dendam biasanya melanggar aturan hukum. Namun emosi terlalu memuncak, hingga akal sehat tak lagi berperan. Tekad bulat untuk bertindak mengambil peran dalam menyelamatkan kehidupan keluarga, rumah tangga ayah dan ibunya.

Dan tentu menyakitkan, sangat menyakitkan, saat ternyata setelahnya sang ayah bukan hanya tidak berpihak kepadanya, tapi bahkan malah membela si pelakor. Kabar terbaru menyebutkan, sang ayah bahkan sampai tega melakukan tindak kekerasan, memukul betis, kepada anak kandung, darah dagingnya sendiri.

Orang bilang cinta itu buta. Menghalalkan segala cara. Lupa mana yang baik mana yang benar. Perilaku selingkuh itu saja sudah jelas akan menjadi contoh negatif bagi anak – anak. Belum lagi ditambah hilang akal sehat hingga lebih membela pelakor dibanding keluarga sendiri.

Sakit hati dan trauma pasti ada. Luka besar menganga. Ayah lupa bahwa itu akan terbawa hingga anak dewasa dan tua nanti. Figur dan peran fungsi ayah pasti ambruk seketika. Entah harus melakukan apa dan bagaimana menyembuhkannya.

Semoga sang ayah bisa segera meminta maaf kepada Shafa, memperbaiki kesalahannya, meninggalkan si pelakor. Jika bukan karena istri, minimal lakukanlah demi anak – anak. Karena anak – anak, sampai kapanpun, tidak akan pernah menjadi bekas anak.

 

About the author

Related Posts