lapar running_toptier_id
Health, Sports

Lapar Bisa Berarti Sinyal Salah Setelah Olahraga

Lapar setelah olahraga telah menjadi hal yang sangat wajar. Namun, hal ini seringkali menjadi alasan yang lumrah untuk orang. Lama-lama alasan ini bisa membuat olahraga berkurang manfaatnya.

Saat olahraga, energi akan dihasilkan dengan membakar gula darah. Saat cadangan gula telah menipis, tubuh akan mengeluarkan hormon lapar yang sering disebut dengan nama ghrelin. Hormon ini akan mengirim sinyal ke otak bahwa tubuh sedang membutuhkan asupan energi.

Kalap makan biasanya akan terjadi setelah otak mendapatkan sinyal tersebut. Perut pun akan bereaksi berlebihan. Nah, supaya sinyal otak dan perut lebih sinkron, ada beberapa hal berikut ini yang bisa diperhatikan.

Baca juga: Atasi Kulit Kering dengan Makan Makanan Ini!

1. Atur intensitas
Aktivitas normal dengan intensitas tinggi membutuhkan lebih banyak energi sehingga rasa kelaparan yang muncul lebih besar. Namun, olahraga tertentu seperti bersepeda dengan intensitas tinggi malah menekan nafsu makan. Sebaliknya, ada beberapa olahraga ringan malah memicu kelaparan lebih cepat.

2. Hidrasi
Sinyal lapar sering menipu otak ketika kadar cairan dalam tubuh mulai berkurang. Rasa haus pun sering salah diterjemahkan menjadi sinyal lapar. Ini yang membuat seseorang jadi kalap makan. Jadi jangan lupa minum sebanyak-banyaknya untuk menggantikan keringat yang telah keluar.

Baca juga: Daftar Kebiasaan Buruk yang Bermanfaat Bagi Kehidupan

3. Kurangi beban
Secara umum olahraga angkat beban dianggap paling memicu rasa lapar. Pilih berat beban yang sesuai supaya tidak memicu kelaparan yang berlebihan. Demikian pula dengan olahraga di air, contohnya renang. Sebaiknya pilih kolam dengan pengaturan suhu yang pas. Jika suhu terlalu dingin, akan membuat rasa lapar cepat meningkat.

4. Jaga durasi
Semakin lama olahraga dilakukan, semakin besar pula rasa lapar yang mengikuti. Ini karena tubuh menganggap olahraga yang terlalu lama sebagai sinyal kelaparan. Oleh karena itu durasi olahraga tidak perlu berlebihan.

Baca juga: 5 Kontroversi Asian Games

About the author

Related Posts