pasar kreatif
Tourism

Jelang Asian Games 2018, Palembang Siapkan Pasar Kreatif

Asian Games 2018 akan dimulai dalam beberapa nbulan lagi. Event ini dilaksanakan di Jakarta dan Palembang Namun ada hal yang kreatif menjelang Asian Games 2018 dimulai yaitu Pasar Kreatif. Pasar Kreatif ini dibuat oleh Dinas Pariwisata Pemerintah Kota Palembang yang akan dikhususkan untuk masyarakat kota Palembang.

Sekretaris Dinas Pariwisata kota Palembang Raymon mengatakan, para Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kini telah dibina untuk membuat pernak-pernik khas daerah.

“Nanti kami bina dulu, agar membuat cinderamata khas Palembang. Misalkan suvenir berbahan songket atau miniatur Ampera,” kata Raymon.

Dia mengatakan, lokasi pasar kreatif tersebut nantinya diletakkan di beberapa titik yang menjadi tempat kunjungan para wisatawan mancanegara dan wisatawan dalam negeri, seperti kawasan Ampera, atau pasar 26 Ilir.

“Kami juga dapat bantuan CSR dari perusahaan untuk membuat booth suvenir. Tinggal kami kaji lokasinya saja,” ujarnya.

Selain itu, untuk memudahkan para turis yang datang, Pemkot Palembang juga membuatkan website Tourism Service Center yang berisi tempat destinasi wisata di bumi Sriwijaya.

“Jadi, para turis bisa tahu lokasi mana saja wisata di Palembang. Sekarang untuk yang terbaru, kami sedang menggarap kampung mural dengan menggaet komunitas mural Palembang,” katanya.

Sejauh ini, Palembang telah memiliki destinasi wisata baru. Seperti wisata religi Alquran Al-Akbar di kawasan Gandus, pedestrian di sepanjang jalan Sudirman, Tugu Ikan Belido, Benteng Kuto Besak, kampung Arab Almunawar dan Kampung Kapitan.

Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan, untuk menyambut Asian Games 2018, seluruh masyarakat yang membuat usaha hingga PNS harus interaktif menggunakan bahasa Inggris. Sehingga, para turis yang datang tidak perlu bingung untuk menawar barang dagangan, ataupun berinteraksi dengan masyarakat.

“Kami buat kelas khusus dan umum untuk belajar bahasa Inggris. Jadi mulai dari masyarakat hingga penarik becak dan PNS bisa belajar bersama. Setidaknya pasif bahasa Inggris sudah cukup, sehingga tidak bingung walaupun tanpa guide,” kata Harno.

Baca Juga: Kualitas Broadcast Asian Games Setara dengan Piala Dunia

About the author

Related Posts