Tourism

Hari Ini Istana Siak Resmi Kembali Dibuka

Bupati Siak Syamsuar menyebutkan Istana Siak sudah bisa dibuka kembali sebagai objek wisata untuk umum, Rabu (10/1) pasca pembakaran terhadap bangunan cagar budaya tersebut.

“Insya Allah istana sudah dibuka besok,” ujar Bupati Siak Syamsuar usai meninjau dan menggelar rapat tertutup di Istana Siak.

Pasca kejadian pembakaran oleh orang tak dikenal pada Senin siang (8/1) yang mengejutkan pengunjung dan petugas Istana Siak sekitar pukul 14.45 WIB, pihak kepolisian dan Dinas Pariwisata setempat menutup objek ini untuk umum.

Satu harian ini petugas belum memperbolehkan pengunjung untuk masuk ke Istana Siak. Hal tersebut tampak dari pagar istana yang dikunci dengan gembok. Bahkan ruangan tempat patung diorama berada juga diberi garis polisi.

Sebagai tanda istana Siak sudah bisa dibuka kembali untuk umum sebagai objek wisata, garis polisi yang sebelumnya dipasang disepanjang ruang tempat patung diorama berada sudah dicopot oleh pihak berwenang. Bahkan pakaian patung, karpet dan gorden yang terbakar juga sudah diganti.

Baca Juga : Pesona Pantai Nemberala yang Dikunjungi Jokowi di Pulau Rote

Usai menggelar rapat tertutup, Syamsuar menyampaikan beberapa bahan evaluasi kepada awak media, diantaranya ia meminta Dinas Pariwisata mulai mengoperasikan bangunan gerbang tiket mulai Rabu (10/1). “Saya minta kepada petugas, besok atau lusa sudah menggunakan tempat tiket yang baru, masuk dari sana, keluar dari sini, harus dengan tertib,” tegasnya.

Dia juga meminta petugas istana lebih ketat lagi pengawasannya terhadap setiap pengunjung yang masuk ke dalam istana. Bahkan ia memerintahkan Dinas Pariwisata untuk segera mengganti kamera pengintai yang rusak dan menambah jumlahnya. “Saya minta untuk ditambah lagi dan diperbaiki yang rusak-rusak. Begitu juga dengan petugas-petugasnya ditambah lebih banyak lagi,” ungkap dia.

Istana Siak Sri Indrapura atau disebut juga “Istana Matahari Timur”, merupakan kediaman resmi Sultan Siak yang mulai dibangun pada tahun 1889, yaitu pada masa pemerintahan Sultan Syarif Hasyim.

Istana ini merupakan peninggalan Kesultanan Siak Sri Inderapura yang selesai dibangun pada tahun 1893. Bangunan bersejarah ini menjadi objek wisata andalan di Kabupaten Siak, bahkan di Provinsi Riau. Begitu banyak pengunjung dari luar bumi lancang kuning bahkan wisatawan negara tetangga seperti Malaysia yang datang untuk melihat langsung benda-benda peninggalan kesultanan Siak.

Salah satunya terdapat alat musik semacam gramofon yang dinamakan komet. Konon katanya alat musik itu dibawa Sultan Siak ke XI bernama Sultan Assyaidis Syarif Hasyim Abdul Jalil dari Jerman. Alat musik gramofon atau komet ini hanya ada dua di dunia. Yakni berada di Jerman dan satunya lagi di istana Siak.

About the author

Related Posts