Menikah
Wedding

Siap-Siap! Ini Hal-Hal yang Akan Kamu Rasakan Setelah Sebulan Menikah

Menikah, satu kata yang mungkin bagi sebagian orang masih menjadi “momok”. Karena untuk melangkah ke jenjang ini, dibutuhkan kesiapan mental dari dalam diri sendiri, untuk kemudian bersiap hidup bersama dia yang tersayang.

Padahal menurut mereka yang sudah “halal”, menikah itu seru. Seru, karena setiap bangun tidur akan selalu ada sosok dengan tampang lucu di samping Anda. Anda pun akan selalu ada alasan untuk pulang kerja lebih awal, atau secara ikhlas mengurangi jatah nongkrong hanya demi menemaninya makan malam.

Tak hanya itu saja, mungkin juga akan ada banyak kejutan yang Anda temukan. Setelah menikah, mungkin Anda juga akan mendapatkan sejumlah pengalaman yang sebelumnya belum pernah dirasakan.

Tak semuanya serba indah memang, tapi setiap pengalamannya memberikan warna-warni baru dalam hidup bersama pasangan tercinta.

Untuk itu, supaya Anda lebih siap nantinya, berikut ini beberapa hal-hal yang akan Anda rasakan setelah sebulan pertama menikah. Kenapa sebulan? Ya, sebulan adalah waktu di mana status “halal” kalian masih hangat-hangatnya. Penasaran apa saja? Yuk simak berikut ini:

Kehidupan Pernikahan Itu Seperti Naik Roller Coaster

Anda dan pasangan akan menghadapi banyak sekali masalah dan tantangan baru nantinya, tapi asal bisa saling bahu membahu untuk melewatinya, Anda pasti bisa menjalani kehidupan pernikahan dengan bahagia. Akan ada banyak sekali suka dan duka di dunia pernikahan. Tapi selera humor dan tawa akan menjadi penyembuh ketika mengalami krisis atau masalah. Seperti naik roller coaster, ada naik dan turunnya. Meski begitu semuanya akan memiliki kesan sendiri.

Mendengar bunyi dan mencium bau kentut bukan hal asing lagi, bahkan akan terjadi tiap pagi

Saat masih pacaran dulu, mungkin Anda akan sering memergokinya kentut sembarangan sampai baunya nggak ketulungan. Tapi kalau sudah menikah nanti, durasinya akan lebih sering dan sering lagi. Tiap pagi setelah bangun tidur, misalnya. Jangan kaget kalau tiba-tiba Anda terbangun oleh suara dan bau khas kentutnya sisa makanan semalam.

Di sini, Anda dilarang marah atau bahkan memukul bokongnya. Cukup diam, dan pahami bahwa inilah fase menyenangkannya memiliki pasangan halal baru. Bahkan jika perlu, Anda juga berhak melakukan hal yang sama supaya skor-nya impas, 1-1 dan seterusnya. Anda jadi belajar lebih banyak soal menerima kondisi pasangan dari sisi yang paling jelek sekalipun.

Akan selalu ada orang yang mengkritik baju Anda hari itu, meski sebetulnya dia tak paham soal fashion

Pasangan Anda kali ini bukan dia yang canggung dan apa-apa minta izin dulu. Dialah suami atau istrimu, yang akan dengan jujur mengkritikmu setiap waktu. Apapun itu, termasuk bagaimana caramu memadupadankan baju atau celanamu. Ya, meski pengetahuan fashion-nya pas-pasan, tapi dialah yang akan melihat penampilanmu dengan sepenuh hati meski hanya berbasa-basi.

(Baca juga: Tak Harus Pakai Bunga, 4 Buket Bunga Unik Ini Juga Bisa Percantik Pernikahanmu)

Hidup Berdua, Harus Bisa Saling Berbagi Rasa dan Semuanya

Dari makanan yang Anda makan hingga pasta gigi yang Anda gunakan, Anda akan berbagi semua hal dengan pasangan. Hal-hal yang dulu kita nikmati dan lakukan sendiri kini perlu dilakukan bersama. Banyak hal yang dulunya “milikku” kini menjadi “milik kita”. Awalnya akan terlihat canggung untuk berbagi segalanya, tapi seiring waktu, semua akan berjalan dengan sendirinya.

Skill memasak atau merenovasi rumah akan meningkat secara alami

Mau tidak mau, Anda sebagai istri berkewajiban menyajikan sarapan untuk suamimu yang akan berangkat kerja bukan? Atau, Anda sebagai suami sudah selayaknya membantu istrimu memasang lampu yang notabene butuh tenaga lelaki. Inilah yang dinamakan proses alami, di mana Anda dan dia akan sama-sama berperan sebagai suami dan istri. Dan seiring berjalannya waktu, Anda dan dia pun akan semakin terbiasa dengan hal-hal semacam ini.

Masalah Tak Semuanya Bisa Diselesaikan Seorang Diri

Waktu masih lajang, Anda terbiasa menyelesaikan masalah sendirian. Ketika sudah menikah, mau tak mau menyelesaikan masalah bersama dengan pasangan. Menjaga komunikasi jadi kunci yang sangat penting untuk keharmonisan hubungan. Sehingga ketika muncul suatu masalah, ada baiknya dibicarakan bersama dengan kepala dingin.

Pastinya akan ada banyak pengalaman dan hal baru yang ditemukan ketika sudah menikah. Meski mungkin akan ada ujian dan kesulitan-kesulitan baru yang dihadapi, pernikahan bisa tetap terjaga asal bisa saling menjaga komitmen dan komunikasi dengan baik. Bagaimana pun pernikahan juga bagian dari proses belajar untuk hidup yang lebih baik serta bahagia.

About the author

Related Posts