Jembatan Suramadu
Tourism

Fakta di Balik Keindahan Jembatan Suramadu

Jembatan Surabaya dan Madura atau biasa disebut Jembatan Suramadu, merupakan jembatan yang berfungsi bagi mobilitas masyarakat Madura. Dengan adanya jembatan ini kini masyarakat Madura jadi lebih mudah jika ingin pergi ke Surabaya. Sebelumnya waktu yang mereka tempuh sampai 1 jam, namun kini cukup 10 menit untuk sampai di tempat tujuan.

Semenjak dibangunnya jembatan ini, banyak wisatawan yang berdatangan untuk menyaksikan keindahan Jembatan suramadu ini. Apalagi saat malam hari tiba, Jembatan Suramadu terlihat lebih indah untuk dilihat sejauh mata memandang.

Namun tahukan Anda bahwa dibalik keindahan Jembatan Suramadu terdapat fakta-fakta unik ? Berikut ulasannya

  1. Jembatan Terpanjang di Indonesia

Jembatan Suramadu telah menembus Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan memegang rekor sebagai jembatan terpanjang di Indonesia sepanjang 5.438 m.

  1. Pembangunan Berlangsung Selama 7 Tahun

Proyek jembatan ini membutuhkan waktu lama untuk bisa berdiri tegak. Waktu yang dilalui cukup lama yaitu 7 tahun mulai diresmikan pembangunannya pada 20 Agustus 2003 hingga diresmikan pemakaiannnya pada 10 Juni 2009

  1. Diresmikan Oleh 2 Presiden

Jembatan ini diresmikan langsung oleh dua Presiden Indonesia. Awalnya diresmikan oleh Megawati Soekarno Putri yang menjabat sebagai Presiden RI pada 20 Agustus 2003.  Proyek raksasa yang ditunggu warga Surabaya dan Madura diresmikan kembali oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009. (Lihat juga: Mengintip Air Mancur Warna-Warni di Surabaya)

  1. Jembatan Terbagi Menjadi 3 Bagian

Jembatan Suramadu dibagi 3 bagian yaitu Jalan Layang, jembatan penghubung, dan jembatan utama.  Jembatan layang merupakan bagian yuang menghubungkan kontruksi jembatan dengan jalan darat melalui perairan dangkal di kedua sisi. Sementara jembatan penghubung menghubungkan jembatan utama dengan jalan layang.  Sedangkan main bridge terdiri dari tiga bagian yaitu dua bentang samping sepanjang 192 meter dan satu bentang utama sepanjang 343 meter.

  1. Ruang bebas untuk kapal

Jembatan ini memberikan ruang bebas setinggi 35 meter dari permukaan laut untuk mengakomodasikan pelayaran kapal laut yang melintasi Selat Madura. Pada bagian inilah yang menyebabkan pembangunannya menjadi sulit dan terhambat, serta menyebabkan biaya pembangunannya membengkak. (Lihat juga: Lebih Dekat Dengan Batik Batik Asal Indonesia)

 

About the author

Related Posts