Entertainment

DWP 2017, Dance Party Tanpa Miras

Festival musik dance terbesar se-Asia, Djakarta Warehouse Project (DWP), kembali hadir akhir tahun ini. Ya, DWP 2017 akan kembali digelar selama 2 hari berturut-turut pada 15-16 Desember mendatang di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

Sederet DJ internasional turut memeriahkan festival musik yang dipromotori oleh Ismaya Live ini. Sejumlah nama-nama besar kembali dihadirkan di DWP tahun ini, seperti Tiësto, DVBBS, R3hab, Richie Hawtin, Robin Schulz, dan Steve Aoki.

Selain mereka, Flosstradamus, Galantis, Ian Bluestone, Loco Die, NWYR, OOkay, Zatox, dan Zeds Dead juga akan membuat festival musik tahunan yang satu ini semakin heboh.

Ada dua nama yang menarik perhatian dalam daftar pengisi acara tahun ini. Ialah Marshmello dan Flume, dua nama baru yang sebelumnya belum pernah dihadirkan oleh DWP.

Tahun ini, DWP 2017 untuk pertama kalinya akan menampilkan genre hip hop dengan dibawanya rapper asal Amerika Serikat, Desiigner dan rapper-rapper Asia dari kolektif 88rising yaitu Rich Chigga, Higher Brothers, Keith Ape, dan Joji. Rich Chigga sendiri diketahui merupakan rapper muda asal Indonesia yang kini juga telah mendunia. Dia lebih dikenal melalui singelnya yang bertajuk “Dat Stick”, yang dirilis pada bulan Maret 2016.

Selain itu, hadir kembali Marshmello, DJ yang pada April lalu tampil di The Establishment, SCBD, Jakarta Selatan. DJ yang selalu memakai topeng kepala berbentuk marshmallow lengkap dengan wajah tersenyum ini mengawali kariernya dengan me-remix lagu milik Zedd, ‘Beautiful Now’ dan ‘Where Are Ü Now’ milik Jack Ü.

Baca Juga : Malam Tahun Baru, Ancol Gelar Pesona Indonesia

Selain musisi-musisi internasional, musisi asal Indonesia juga turut memeriahkan DWP 2017, seperti Andre Dunant, Cheiina Manuhutu, Devarra, DJ L, Yaksa, Jade Rasif, Junior Kyle, Kingchain, March Maya, Moe, Ray Ray, Toni Varga, Tony Romera, w.W, Fun On A Weekend, Hizkia, lyal Noor, Patricia Schuldtz, Stan, Yesterday Afternoon Boys, MC Bam, MC Drwe, Flicker Screen, Isha Hening, dan RPTV.

Dikutip dari laman resmi www.djakartawarehouse.com, harga tiket untuk kategori General Admission, tiket early entry 1 dijual seharga Rp800 ribu. Pembeli tiket ini, diharuskan masuk ke area acara sebelum pukul 07.00 malam.

Untuk kategori yang sama, terdapat pula Presale 1 seharga Rp860 ribu rupiah dan Presale 2 seharga Rp920 ribu. Harga tersebut adalah harga untuk tiket masuk selama 2 hari.

Sementara itu, untuk tiket VIP Gold dijual dengan harga Rp1,2 juta dan VIP Gold 2 hari dijual dengan harga Rp2 juta.

Pihak penyelenggara melalui laman resminya juga telah merilis venue map atau peta lokasi acara di aplikasi resmi #DWP17 yang bisa diunduh secara gratis melalui App Store bagi pengguna iOS dan Google Play Store bagi pengguna Android.

Miras Dilarang

Yang Menarik adalah pada penyelenggaraan kali ini pemerintah provinsi DKI melarang adanya penjualan minuman keras.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta memastikan tidak mengizinkan adanya penjualan minuman keras alias miras di gelaran Djakarta Warehouse Project (DWP) 2017. Sebab, gelaran konser tak termasuk tempat yang diijinkan bagi penjualan miras.

“Enggak boleh, minuman keras kan beralkohol. Pokoknya itu (DWP) sesuai peraturan yang berlaku. Enggak ada penjualan minuman keras,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Tinia Budiati

Tinia menegaskan, penjualan miras hanya ada di tempat-tempat yang berizin. Sedangkan DWP tidak memperoleh izin untuk melakukan jual-beli miras.

“Enggak ada (izin). Karena di sini (tempat gelaran DWP) betul-betul berkesenian. Saya sudah warning sama (penyelenggara) DWP,” imbuhnya.

Pada penyelenggaraan DWP di tahun-tahun sebelumnya, minuman keras, mulai dari bir, whisky, hingga vodka, dijual di tengah-tengah area yang mudah dijangkau pengunjung. Penjualan makanan, minuman, dan miras dilakukan tidak dengan uang tunai, melainkan sistem token. Miras sendiri dijual dalam bentuk botol ataupun sloki.

Tinia tak menampik soal itu. Ia mengaku Pemprov DKI kurang mengawasi penyelenggaran DWP sebelumnya. Pengetatan soal miras itu pun sudah disampaikan Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno.

“Karena memang tahun lalu enggak dikontrol dan waktu itu penjualan miras enggak seketat sekarang. Apalagi pimpinan kita sudah mengatakan seperti itu,” kata Tinia.

Lihat juga: Ketimbang Jual Saham Bir, Sandi Diminta Awasi Miras Oplosan

Jika memang penjualan seperti gelaran sebelumnya itu kembali terjadi, Pemprov akan menindak oknum penjual miras sesuai peraturan daerah yang berlaku.

About the author

Related Posts