Entertainment

Ini Cara Mengatur Keuangan Anda, Agar Dapat Pergi Berlibur

Bisa jalan-jalan dan pergi berlibur pastinya sudah menjadi impian setiap pribadi. Tapi tahukan anda bagaimana caranya agar hal tersebut dapat terlaksana? Tentu saja hal tersebut menjadi mungkin karena anda dapat mengatur keuangan anda sendiri. Dan menurut  Li Ka Shing, seorang Milyarder asal Hongkong bahwa penghasilan anda harus dibagi menjadi lima bagian, untuk berapa pun penghasilan anda setiap bulannya.

Untuk lebih jelas, simak cara-caranya di bawah ini :

1. Bagian pertama, alokasi uang untuk biaya hidup. Simpan dana 30 % untuk alokasi biaya ini.

mengatur_keuangan_02Kebutuhan atau biaya hidup merupakan kebutuhan primer yang harus pertama kali disiapkan alokasinya. Biaya hidup mencakup uang makan, tempat tinggal maupun transportasi. Jangan lupa kebutuhan bulanan seperti listrik maupun jajan. Aturlah agar alokasi 30 % cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam sebulan. Untuk itulah anda perlu hidup sederhana, nggak banyak gaya. Makannya masak sendiri, jangan mie instan terus juga, perbanyak sayur dan buah. Untuk tempat tinggal carilah kosan murah, atau bisa patungan dengan teman anda. Sementara untuk transportasi biasakan bersepeda atau jalan kaki.

2. Bagian kedua, alokasi untuk sosial dan pertemanan sebesar 20 %. Meskipun mungkin anda anggap nggak penting, tapi jaringan adalah kunci suksesmu di masa depan

Bagi para pengusaha dan orang-orang besar di luar sana, jaringan dan pertemanan adalah salah satu kunci sukses mereka. Maka dari itu, alokasi untuk membangun jaringan tentu hal yang harus diprioritaskan. Alokasi sosial dan pertemanan ini bisa mencakup biaya pulsa, kuota data untuk menjalin komunikasi di media sosial, maupun menraktir teman untuk makan malam. Tapi ya nggak semua temanmu harus ditraktir ‘kan, mesti pilih-pilih juga. Selain itu, kalau di Indonesia juga mesti ada biaya untuk menyumbang nikahan atau menyumbang bagi teman yang sakit atau kena musibah. Dalam agama juga menganjurkan bahwa semakin banyak sedekah membuka pintu rezeki.

3. Bagian ketiga adalah biaya untuk pendidikan. Alokasikan 15 % dari penghasilan anda untuk mencari ilmu…

Nah, terkadang masalah yang sering dialami oleh orang yang sudah bekerja adalah enggan untuk belajar bidang lain. Misal belajar bahasa Inggris, kursus memasak, seminar, training, maupun membeli buku. Mencari ilmu adalah tugas yang harus selalu dilakukan manusia sedari dia masih hidup. Ilmu apapun. Untuk itu, biaya pendidikan ini harus dialokasikan agar kompetensimu makin berkembang di kemudian hari. (Baca juga: 5 Negara Untuk Kuliah Murah Ke Luar Negeri)

4. Bagian keempat, yaitu dana untuk wisata sebesar 10 % dari pendapatan. Nah ini yang paling penting buat traveler…

Buat yang mengikuti kasus Sisspai tentu ada pelajaran penting yang bisa diambil. Janganlah menjadi BPJS atau Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita. Uang nggak ada tapi ngotot liburan hedon, nonton Coldplay lah, ke Korea lah, pakai duit hutang. Sayang banget ‘kan duit hutang buat konsumsi kebutuhan tersier seperti traveling. Untuk itu penting sekali mengalokasikan dana liburan setiap bulannya. Setahun bisa lah 2 kali traveling dengan biaya sendiri. Satu kali di dalam negeri, satu kali di luar negeri. Mantap jiwa ‘kan?

5. Terakhir, bagian ke lima adalah alokasi untuk investasi sebesar 25 %. Penting banget nih sebagai sarana untuk memutarkan uangmu, biar nggak habis dikonsumsi sendiri…

mengatur_keuangan_06Bagi generasi milenial yang hobi foya-foya, keputusan tentang alokasi dana investasi ini pastilah tidak menarik. Padahal harus diakui bahwa minimnya investasi lah yang mengakibatkan banyak anak muda yang terjerat hutang untuk sesuatu yang bersifat konsumtif. Investasi ini ada beberapa macam, bisa tabungan, beli emas, beli ternak, ikut program investasi di perbankan, termasuk pula saham. Yang jelas berinvestasilah sesuai kemampuan dan kebutuhan anda. Kurangilah duit tertidur di bank. Putarkan uangmu dan nikmati hasilnya kelak di kemudian hari.

Jika kalian sudah bisa mencoba mengatur uang seperti halnya di atas. Liburan anda sudah ada di depan mata anda. Tinggal bagaimana anda mengatasi diri anda agar dapat bersikap bijak dalam mengelola keuangan dan tidak bergitu berambisi untuk bisa tampil mewah setiap waktu.

About the author

Related Posts