Tourism

Berkunjung ke TN Komodo, Jangan Lupa Selfie Disini

Bagi yang pernah berkunjung ke Gili Laba, Flores, Nusa Tenggara Timur, sepertinya bakal sepakat kalau di puncak bukit Gili Laba wajib dan kudu selfie.

Mengapa? Ada segudang alasan. Tapi dua alasan ini adalah yang paling singkat untuk dijabarkan. Pertama, karena Gili Laba atau Gili Lawa Darat salah satu spot di Taman Nasional Komodo yang notabene merupakan destinasi wisata yang terbilang ga murah, dan mungkin hanya sekali dalam seumur hidup bisa kesana.

Tapi kata ga murah jangan dijadikan alasan untuk mundur dari niatan mengunjungi salah satu tempat paling eksotis di tanah air ini, stereotype mahal sebaliknya harus dijadikan motivasi.  Lagian mahal itu relatif, tergantung kemampuan keuangannya.

Dan, bukan tidak mungkin turis bermodal minim bisa menikmati pesona Gili Laba dan tempat-tempat lain di seantero Taman Nasional  (TN) Komodo yang sama kerennya, asal tahu triknya dan sedikit mau susah.  Tapi trik hemat ini bukan sekarang dibahas, nanti dilain kesempatan akan dikupas tuntas.

Nah, untuk alasan kedua kenapa wajib selfie di Gili Laba. Dari semua spot wisata di TN Komodo, Gili Laba masuk dalam daftar must like paling atas. Pasalnya Gili Laba menawarkan pemandangan yang tidak ada duanya, jika boleh sedikit lebay Gili Laba bisa diumpamakan serpihan surga yang tercecer.

Baca Juga : Sensasi Arung Jeram di Sukabumi

Gili Laba ini bisa dibilang mirip dengan Pulau Padar, pulaunya berbukit-bukit. Dari salah satu puncak bukit, terpampang pemandangan indah Gili Laba dari ketinggian. Pulau kecil tak berpenghuni ini menawarkan panorama cantik yang memesona. Hamparan lautan Flores yang tak pernah pudar dari atas bukit menjadi sebuah magnet yang tak pernah lekang di ingatan.

Di pulau ini, mata akan dimanjakan oleh keeksotisan warna biru tua dan turqoise dari area laut dan laut dangkal serta pasir putih yang membentang di area pantai menambah kesempurnaan dari pulau ini. Jika datang saat bulan Agustus dan September, hamparan rumput hijau yang ada pada bukit Gili Laba akan mengering dan berubah warna menjadi cokelat kekuningan sehingga foto yang dihasilkan tidak perlu tambahan filter lagi.

Dari puncak pulau ini dapat dilihat seluruh pemandangan dari Kepulauan Komodo dengan sangat jelas. Pemandangan yang dapat dilihat di atas puncak yaitu pemandangan pasir putih yang berpadu dengan birunya air laut yang bergradasi dengan warna hijau.

Anda juga dapat melihat bukit-bukit dari beberapa pulau yang ada di Kepulauan Komodo. Warna bukit-bukit yang ada akan berbeda tergantung kepada musim yang ada. Pada musim hujan Anda dapat melihat hijaunya pepohonan yang mendominasi bukit dan pada musim kemarau warna kuning atau gersangnya bukit akan mendominasi pemandangan bukit. Walaupun begitu panorama ini selalu terlihat cantik dan memukau.

Namun tunggu sebentar, untuk mendapatkan tempat terbaik harus sedikit berjuang, alias mendaki ke puncak bukit.  Trekking ke bukit ini tidak kejam kok, cuma lumayan tinggi, kurang lebih 45 – 60 menit, tergantung stok oksigen di paru-paru dan kekuatan kaki sebenarnya.

Waktu terbaik, untuk mendaki ke sini adalah pagi hari, tapi jangan pagi-pagi banget, jam 7 kurang pas lah, udara masih sejuk, matahari belum terlalu terik sehingga bisa saving oksigen dengan baik.

Kenapa jangan terlalu pagi? Ini berkaitan dengan hasil foto, kalau terlalu pagi matahari belum terlalu muncul hasil foto kalian bakal tidak terlalu bagus.  Sekedar saran,jangan cuma habiskan waktu foto-foto di spot yang sudah mainstream di instagram tapi coba eksplore lebih luas, banyak spot yang asik banget.

Jadi, bagi traveler yang belum punya budget, segera menabung dan persiapan dengan matang tripnya, dan bagi traveler yang ga suka selfie sebaik dibuat pengecualian, kalau tidak mau menyesal kemudian.

 

 

About the author

Related Posts