News

Begini Kiprah Erick Thohir Sukseskan Asian Games 2018

Ketika Erick Thohir mengambil alih posisi sebagai Ketua Panitia Asian Games 2018 di Jakarta, dia memiliki perasaan yang campur aduk. Perencanaan telah turun begitu jauh di belakang sehingga kota tersebut kehilangan acara Asian Games ke Beijing.

Jakarta memiliki catatan buruk saat harus mengadakan acara olahraga. Sebelumnya, Jakarta mendapat kesempatan untuk menyelenggarakan SEA Games 2011, namun berakhir dengan bencana ketika dua orang tewas pada sebuah bentrok di final sepak bola antara Indonesia dan Malaysia.

Baca Juga : Pocari dan Soyjoy Dukung Asian Games 2018

Kejadian itulah yang mendorong Erick Thohir menetapkan persyaratan yang cukup ketat ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) memintanya untuk mengambil posisi ini pada awal 2015.

Thohir, yang juga merupakan pendiri sekaligus pimpinan dari perusahaan grup Mahaka, akan mengadakan acara tanpa bertanggung jawab terhadap tempat para atlet.

“Saya berkata kepada Bapak Presiden bahwa saya bukanlah seorang Superman. Saya senang menawarkan keahlian saya, akan tetapi jika harus memastikan bahwa tempat tersebut siap dan para atlet telah dipersiapkan, lupakan saja,” ujar Thohir, seperti yang dikutip dari laman Forbes.com, Rabu (6/12/2017).

Hanya sedikit orang Indonesia yang dapat mengambil posisi pekerjaan tersebut. Saudara Erick, Garibaldi Thohir (yang saat ini menjadi orang terkaya ke-23 di Indonesia) adalah satu-satunya kandidat lain selain Erick sendiri.

Meskipun mulai bergejolak (Vietnam ditarik keluar pada tahun 2014) acara Asian Games sesuai rencana. Ini ditunjukkan dari peluncuran acara untuk sambut Asian Games yang diadakan pada Agustus lalu. Pada acara tersebut menampilkan aksi memukau dari grup K-Pop Girls Generation dan aksi memanah dari Presiden Joko Widodo.

Sponsor seperti layanan transportasi online, Grab memberi biaya senilai US$ 80 juta atau Rp 1,08 triliun (kurs US$ 1=Rp 13.522) untuk mengimbangi pemotongan anggaran pemerintah. Erick Thohir menuturkan, penyelenggaran olahraga Asian Games ini juga dapat menyatukan semua berbagai kalangan dan ciptakan semangat. “Olahraga merupakan antusiasme,” ujar Erick.

About the author

Related Posts