begini-cara-hindari-salah hashtag
Entertainment

Begini Cara Hindari Salah Hashtag

Berselancar di media sosial menggunakan hashtag memang tidak ada salahnya. Hashtag atau tagar yang berbentuk tanda pagar (#) makin marak digunakan di media sosial seperti Twitter maupun Instagram.

Secara umum, hashtag difungsikan untuk menggolongkan tema yang sedang Anda obrolkan dalam media sosial, namun di sisi lain juga untuk mempermudah orang lain untuk mencari topik yang saling berhubungan. Penggunaannya di media sosial juga beragam.

Dilansir dari The New York Magazine, ada beberapa tipe penyalahgunaan hashtag di media sosial. Kita tidak akan berbicara jauh mengenai tipe-tipe tersebut.

Sederhananya, hashtag adalah kata yang didahului dengan simbol ini #. Hashtag sering digunakan di Twitter dan Instagram sebagai cara bagi pengguna untuk mengategorikan sebuah kata dan terlibat dalam percakapan.

Klik pada hashtag dan Anda akan diarahkan ke halaman yang menampilkan kata berupa tweet atau gambar terbaru lainnya yang berisi hashtag yang sama. Sederhana, bukan?

Tidak juga, banyak orang yang belum memahami fungsi dan tujuan penggunaan tanda baca ini. The New York Magazine menyebut para pengguna hashtag yang tidak tepat disebut hashtag abuser atau hashtag douchebag.

Penerapan penyalahgunaan hashtag dapat ditemukan pada berbagai peristiwa.

Hal yang paling lumrah dan sering ditemukan misalnya pada saat rekan Anda tiba-tiba menjadi fotografer amatir yang mengambil foto makan malam, sedikit meng-edit atau menambah beberapa filter, lalu mengunggahnya ke Instagram atau Twitter. U

nggahan tersebut akan terlihat normal dan mengagumkan jika tidak dipenuhi embel-embel hashtag yang merusak gambar seperti misalnya “Today’s dinner! #steak #food”. Namun, demi mendapatkan beberapa tambahan ‘likes’ dari unggahan tersebut, Anda memberikan bumbu hashtag yang berlebihan seperti #yum #awesome #IloveFood #instafood #IamSoFat #SteakIsDelicious #bonappetit.

Jangan salah sangka, hashtag mengagumkan. Menurut jurnalis Jeff Wilser, hanya karena Anda bisa menggunakan hashtag, tidak berarti bahwa Anda harus menggunakannya.

Sah-sah saja melakukan promosi menggunakan hashtag di media sosial, atau membuat percakapan di media sosial. Namun, perhatikan juga aspek lain seperti audience dari pengikut media sosial Anda. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan agar tidak menjadi hashtag abuser:

1. Jangan menggunakan setiap hashtag di setiap unggahan.
Inti dari penggunaan hashtag adalah untuk menandai setiap unggahan. Sehingga mereka dapat dikelompokkan bersama seputar topik atau acara tertentu – dan dicari. Menurut Jeff yang sudah pernah terlibat bisnis dalam media sosial, penggunaan hashtag yang berlebihan merupakan ide yang buruk. Sebagai gantinya, dia merekomendasikan hanya menambahkan hashtag untuk mungkin 20% dari unggahan Anda.

2. Jangan membajak hashtag.
Membajak hashtag dimaksudkan pada penggunaan hashtag yang tidak ada kaitannya dengan hal yang diunggah.

Baca Juga : Dilarang Keras Panaskan 5 Makanan Ini

3. Jangan menggunakan hashtag yang tidak memiliki makna.
Apakah Anda yakin hashtag tersebut dapat dikelompokkan dengan topik yang sesuai yang Anda inginkan?

4. Jangan menggunakan hashtag yang berlebihan dalam satu unggahan.
Jika melihat aspek moral, tidakkah Anda sadar menggunakan hashtag yang berlebihan dapat merusak feed media sosial audience Anda?

About the author

Related Posts