bipolar
Health

Apa itu Bipolar yang Diidap Tanita Felicia, Pengedara Mobil yang Tabrak 24 Orang

Kepolisian memastikan bahwa Tanita Felicia (24) yang kabur saat hendak ditilang lalu menabrak pemotor di Bundaran HI, Jakarta Pusat, tidak mengkonsumsi narkoba. Namun, Felicia mengidap penyakit bipolar berdasarkan keterangan dari orang tua mahasiswi itu.

Lalu apa itu penyakit bipolar?

Penyakit bipolar merupakan penyakit psikologis yang ditandai dengan perubahan perasaan yang ekstrim yang disebut depresi dan mania. Bipolar sendiri diambil dari perubahan suasana perasaan penderitanya yang bagaikan terombang-ambing dalam dua kutub (bipolar) yang berbeda yaitu mania (kebahagiaan) dan kesedihan (depresi).

Pada dasarnya setiap orang pernah mengalami perubahan suasana ini karena memang kehidupan berada dalam dua kutub perbedaan yang merupakan pasangan yaitu kebahagiaan dan kesedihan. Namun bagi penderita bipolar disorder perubahan mood tersebut bisa berlangsung secara berubah-ubah secara cepat dan ekstrim.

Penyakit ini berada dalam tingkat keparahan yang berbeda pada masing-masing orang, sesuai dengan daya tahan psikologis orang tersebut. Gejala umum pengidap bipolar disorder yaitu, perasaan gembira yang berlebihan, gampang tersinggung dan mudah marah. Perilaku ingin menunjukkan dirinya orang yang penting, berharga, kaya dan lebih daripada yang lain sehingga keberadaan orang lain tak dianggap adanya.

Baca Juga : Melihat Aksi Labrak Shafa Haris dari Sisi Psikologi

Penuh ide dan semangat baru namun sering berpindah-pindah dari satu ide ke ide yang lain dan sering tidak masuk akal. Sangat aktif dan bergerak cepat sehingga sering mengambil keputusan secara tiba-tiba dan membahayakan. Bicaranya sangat cepat sehingga sulit dimengerti dan pelempar kritik yang ulung.

Merasa sangat mengenal orang lain dan suka menghambur-hamburkan uang. Lebih lanjut sulit menahan diri dalam aktivitas sehari-hari dan merasa waktu satu hari 24 jam masih kurang. Gangguan ini juga menyebabkan sulit tidur, namun kemampuan “hubungan”ualnya justru meningkat.

Bipolar disorder dibedakan dalam tiga bentuk gangguan yaitu hypomania, depresi bipolar dan campuran. Hypomania ditandai dengan, munculnya kreativitas, bersemangat dan penuh energi. Ciri yang kedua selalu tampak gembira bersikap optimis, lebih aktif namun cepat marah.

Ciri selanjutnya kebutuhan untuk tidur semakin berkurang. Depresibipolar ditandai dengan suasana hati murung dan sedih berkepanjangan. Suka menangis atau ingin menangis tanpa sebab yang jelas. Sulit berkonsentrasi, mudah letih, tak bergairah dan tak bertenaga sehingga kehilangan minat untuk melakukan sesuatu.

Merasa bersalah, berdosa, tak berguna dan putus asa hingga tak mampu merasakan kegembiraan. Rendah diri, menghindari komunikasi dengan orang lain, pesimis hingga menganggap masa depan suram bahkan terlintas untuk bunuh diri. Penanda fisik yang muncul, menurunnya gairah “hubungan”ual, mual, sering muntah, mulut kering, susah BAB atau justru diare.

Gangguan ini bisa diobati dengan beberapa terapi seperti obat-obatan, psikoterapi, dukungan lingkungan, dan juga spiritual. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Amerika, gangguan bipolar menyerang setidaknya 5,7 juta jiwa yang berusia di atas 18 tahun ke atas.

Anak-anak atau remaja diduga akan memiliki risiko 14 kali lebih mungkin terkena gejala bipolar. Dan menurut hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Archives of General Psychiatry, seorang anak akan memiliki risiko dua sampai tiga kali lebih mungkin untuk mengalami kegelisahan atau gangguan suasana hati seperti depresi.

About the author

Related Posts