Food

8 Ragam Kuliner Pembawa Keberuntungan Ini Di Tahun Baru Imlek

Bagi masyarakat Tionghoa, Imlek adalah salah satu perayaan akbar yang paling ditunggu setiap tahunnya. Imlek, sesungguhnya adalah perayaan menyambut musim semi yang berkaitan erat dengan prinsip kemakmura, dan kuliner imlek menjadi salah satu yang dicari.

Masyarakat Tionghoa dahulunya sangat mengandalkan alam dalam setiap sendi kehidupan mereka. Tentu saja, datangnya musim semi yang berarti datangnya kembali kesempatan untuk bercocok tanam, adalah suatu peristiwa yang wajib dirayakan dengan meriah.

Gaung kemeriahan sudah mulai terasa sejak satu minggu sebelum hari perayaan. Serangkaian ritual dan adat kebiasaan yang sifatnya turun temurun pun turut mewarnai persiapan perayaan.

Uniknya, dalam tradisi masyarakat Tionghoa, simbol dan makna perayaan bukan hanya diterjemahkan melalui sembahyang, melainkan juga melalui ragam kuliner atau makanan khas.

Makanan khas Imlek apa saja yang wajib ada ketika hari perayaan, dan apa pula maknanya? Yuk kita simak satu per satu!

1. Mie panjang umur

Salah satu makanan yang wajib ada karena dianggap sebagai simbol umur panjang adalah Mie. Masyarakat Tionghoa meyakini bahwa sajian Mie – terutama Siu Mie/Shou Mian yang berarti “mie panjang umur” – harus dihidangkan tanpa putus dari ujung awal hingga ke ujung akhir. Dengan demikian, diharapkan orang yang menyantapnya akan panjang umur.

Meski demikian, Mie tetap boleh dipotong ketika sedang dimakan. Toh, seseorang tidak akan bisa hidup selamanya, bukan?

2. Telur rebus dan teh

Selain dapat menambah stamina dan energi, telur yang direbus dengan teh dipercaya sebagai simbol kesuburan. Sebagai variasi, campuran kecap asin, kayu manis dan lada hitam juga bisa dibubuhkan masyarakat di Cina ke dalam air rebusan teh.

Selain aroma telur akan menjadi harum, rasanya pun akan menjadi sedikit lebih asin karena efek kecap asin yang meresap ke dalam telur. OpenRicers yang belum pernah mencoba kuliner ini pun tidak perlu khawatir.

Telur yang direbus dengan teh, selain dapat menghasilkan efek marmer yang cantik, ternyata juga memiliki rasa yang enak dan otentik!

Baca Juga : Keren! Kota Semarang Punya Spot Salju dan Awan

3. Ayam, ikan, dan babi

Tiga hewan berdaging yang kerap muncul di perayaan Tahun Baru Imlek adalah ayam, ikan, dan babi. Pemilihan tiga hewan ini tentunya bukan tanpa alasan. Masyarakat Tionghoa ternyata meyakini bahwa ketiganya harus ada di sajian kuliner Imlek, agar masyarakat yang menyantapnya tidak meniru sifat ketiga hewan tersebut.

Babi, dilambangkan sebagai hewan yang malas. Ayam, dilambangkan sebagai hewan yang serakah karena kebiasaannya berpindah tempat ketika makanannya belum habis. Sementara ikan sendiri mengandung dualisme makna.

Di satu sisi, kulitnya yang bersisik kerap disandingkan dengan ular yang jahat. Namun di sisi lain, ikan juga dilambangkan sebagai rezeki dan keberuntungan. Seluruh hidangan ayam dan ikan harus disajikan secara utuh sebagai simbol keutuhan dan kemakmuran yang berlimpah.

4. Jiaozi

Bagi yang masih asing dengan istilah ini, Jiaozi adalah makanan tradisional China yang juga dikenal dengan nama Kuo Tie, dan biasa disajikan sebagai makanan pembuka atau camilan. Bentuknya sendiri seperti pangsit yang berisi adonan daging babi atau udang cincang dan sayuran.

Jiaozi merupakan makanan penting dalam tradisi kuliner masyarakat Tionghoa, karena kerap disantap bersama dengan keluarga besar dan melambangkan kebersamaan.

Pada umumnya, di malam Imlek seluruh keluarga akan berkumpul dan memakan Jiaozi yang dibentuk bulat, sebagai harapan akan kemakmuran dan kesejahteraan. Secara simbolik, bentuknya yang bulat mirip dengan uang China kuno dan juga dijadikan perlambang kelimpahan rezeki.

Beberapa masyarakat Tionghoa bahkan juga masih melestarikan budaya memasukkan uang koin ke dalam Jiaozi, lho!

5. Kue keranjang

Sesuai tradisi, perayaan Imlek tidak akan lengkap tanpa kue keranjang atau Nian Gao. Kata Nian berarti “tahun”, sementara Gao berarti “kue” dan juga terdengar seperti “tinggi”.

Inilah mengapa kue keranjang biasanya disajikan dengan cara disusun tinggi atau bertingkat, dan semakin mengecil di bagian atasnya. Ini merupakan perlambang makna peningkatan rezeki atau kemakmuran.

Kue keranjang juga kerap disusun dengan kue mangkok berwarna merah di atasnya. Ini melambangkan kehidupan yang manis dan semakin menanjak semakin merekah seperti kue mangkok.

6. Jeruk

Masyakarat Tionghoa sangat senang makan jeruk – terutema yang berwarna kuning, karena buah yang satu ini ternyata merupakan perlambang kemakmuran dan kekayaan yang selalu bertumbuh. Inilah mengapa jeruk yang disajikan di kala perayaan Imlek sebisa mungkin masih memiliki daun di tangkainya. Daun ini menandakan adanya kehidupan dan kesejahteraan.

Baca Juga: Diet Es Krim, Tertarik Coba?

7. Pisang raja

Buah lain yang juga wajib ada ketika Imlek adalah pisang raja. Maknanya tidak jauh berbeda dari jeruk, yaitu kemakmuran dan kekayaan.

8. 12 macam masakan dan 12 macam kue

Pada perayaan Tahun Baru Imlek, biasanya masyarakat Tionghoa yang berkecukupan selalu menyediakan 12 jenis masakan dan 12 jenis kue, terkait dengan shio yang berjumlah 12. Selain masakan yang selalu mengandung makna tertentu, kue-kue yang disajikan juga biasanya memiliki rasa yang lebih manis dari biasanya, dengan harapan agar hidup mereka juga menjadi lebih manis dan penuh rezeki di tahun-tahun berikutnya.

About the author

Related Posts