kakatua hitam
Tourism

Kakatua Hitam, Satwa Langka dari Irian Jaya

Ketika pergi ke Irian Jaya tepatnya di Irian Jaya tentunya akan melihat salah satu satwa langka yang bisa berbicara, yakni kakatua hitam. Kakatua adalah jenis burung hias yang memiliki bulu yang indah dengan lengkingan suara yang cukup nyaring. Spesies ini termasuk salah satu burung dengan kecerdasan yang cukup bagus.

Tidak heran apabila kakatua kerap dijadikan teman setia di kalangan penggemar burung di Eropa dan Amerika, setara dengan nuri. Indonesia memiliki tujuh spesies burung kakatua yang sebagian di antaranya bersifat endemik, dan sebagian besar termasuk burung dilindungi.

Kakatua termasuk dalam bangsa burung paruh bengkok atau Psittaciformes. Anggota suku Psittacidae ini memiliki bentuk paruh membengkok (hooked bill), jari kaki zygodactyl (dua jari menghadap ke depan dan dua lainnya ke belakang), serta terdapat perbedaan penampakan antara jantan dan betina (dimorfisme seksual) pada beberapa jenis.

Khusus kakatua, ciri khasnya adalah berjambul. Burung ini umumnya pemakan buah-buahan (frugivora) meski kadang juga mengkonsumsi biji-bijian, bunga, pucuk daun dan serangga. Sebagian besar kehidupan kakatua dihabiskan di atas pohon siang hari.

Baca Juga: Berwisata Seru di Jakabaring Sport City

Salah satu kakatua yang menarik dan langka adalah kakatua hitam. Kakatua Hitam adalah salah satu jenis burung kakatua Indonesia. Tidak sama dengan jenis kakatua yang lainnya, kakatua hitam memiliki bulu yang hitam serta jambul yang berwarna hitam pula. Berukuran besar, mencapai 60 cm, menjadikannya sebagai spesies kakatua terbesar di Indonesia. Ada dibeberapa daerah kakatua hitam disebut dengan berbagai nama yang berbeda. Nama-nama lokal tersebut antara lain alkai (Aru), awehie (Membramo), Kasmalas (Papua barat-laut), Mampais (Doreh), Sangya (Sorong), dan Siong (Andai). Sedangkan dalam bahasa Inggris burung paruh bengkok ini dinamai Palm Cockatoo, Cape York Cockatoo, Great Palm Cockatoo, Black Macaw, Great Black Cockatoo, atau Goliath Cockatoo.

Bulu berwarna hitam, jambul berwana hitam, dan pipi berwarna merah. Jambul ini dapat ditegakkan. Ukuran paruh sangat besar dan panjang (paruh betina lebih kecil) yang berwarna kehitaman. Lidah berwarna merah dengan ujung hitam. Sedangkan warna pada lingkar mata hitam, mata berwarna coklat gelap dan kaki abu-abu. Selain bulunya yang berwarna hitam, ciri khas burung kakatua hitam adalah saat terbang, bulu jambulnya terangkat tinggi. Suara burung kakatua raja saat memanggil berupa pekikan keras seperti bunyi keeyaank….. kakatua hitam memiliki suara siulan uree uree yurrr yang berirama.

Habitat

Kakatua hitam memang hanya ada di Papua (dan pulau-pulau kecil sekitarnya termasuk Kepulauan Aru) serta daratan Australia bagian timur. Patut dicatat, secara administratif, Kepulauan Aru memang masuk wilayah Maluku. Akan tetapi, secara biogeografi merupakan bagian dari Papua sehingga tidak mengherankan bila jenis ini ada di Kepulauan Aru. Sedangkan keberadaan kakatua koki ini di beberapa pulau lain di Maluku merupakan hasil introduksi atau lepasan.

Sebagaimana habitat alaminya yang berada di Papua, sejatinya pengembalian kakatua koki yang diselundupkan ini harus pula ke rumah asalnya. Bahkan, dalam pelepasliaran sekalipun, harus diperhatikan pula sub-jenis dari kakatua koki tersebut yang secara umum ada empat. Yaitu, yang berasal dari Kepulauan Aru (C.g. triton), dari daratan Papua.

Burung Kakatua hitam mendiami habitat hutan hujan tropisdataran rendah, hutan meranggas, hutan sekunder, hingga kawasan tepi hutan hingga pada ketinggian 1.300 meter dpl. Populasi secara global belum dapat dipastikan. Namun diperkirakan masih cukup banyak yang hidup di alam liar. Di Indonesia, Kakatua hitam merupakan salah satu burung yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999.

 

 

About the author

Related Posts