Tourism

Sensasi Arung Jeram di Sukabumi

Ingin mencoba olahraga air yang mengundang adrenalin dan sambil uji nyali? Cobalah arung jeram, dan tempat yang paling cocok untuk itu adalah Sukabumi.

Bukan rahasia umum, kalau Sukabumi di Jawa Barat memiliki banyak jeram yang menantang. Tak sedikit traveler yang berkunjung ke Sukabumi saat wekeend untuk main arung jeram bareng teman.

Di antara sekian banyak jeram yang ada di Sukabumi, dua yang paling populer adalah Sungai Citarik dan Citatih. Tempat ini bisa menjadi satu rekomendasi bagi Anda yang menyukai wisata alam, senang berpetualang dan penyuka tantangan yang memicu adrenalin.

Olahraga arung jeram mulai menggeliat di Sukabumi sekitar tahun sembilan puluhan. Saat itu, lokasi yang dijadikan olahraga penuh tantangan itu, di Sungai Citarik. Kemudian berkembang di Sungai Citatih. Dari keterangan sejumlah pehobi rafting, arus air di dua sungai tersebut sangat cocok dipakai ajang arung jeram.

Pasalnya, debit air sungai baik Citatih maupun Citarik tidak terpengaruh dengan pergantian musim. Datang musim kemarau maupun hujan, debit air normal tidak pasang maupun surut.

Tingkat kesulitan di dua sungai itu bervariasi. Mulai tingkat kesulitan atau grade I sampai IV, tersedia. Kendati demikian, di kedua sungai itu masih dalam kategori aman untuk diarungi sekalipun untuk pemula.

Sungai Cicatih dipilih sebagai lokasi berarung jeram karena aliran airnya sangat baik yang berasal dari dua sumber, yaitu Gunung Salak dan Gunung Gede Pangrango. Sedang Sungai Citarik sumber mata airnya berasal dari Gunung Halimun.

Lokasi rafting di Sungai Citatih ini tepatnya ada di Pelabuhan Ratu, Kecamatan Warung Kiara, Sukabumi. Paket rafting di Sungai Citatih harganya dimulai dari Rp 270 ribu sampai dengan Rp 400 ribu per orang.

Baca Juga : 5 Pulau di Indonesia yang Penghuninya Bukan Manusia

Dengan harga tersebut, sudah bisa menjajal sampai 25 macam jeram di Sungai Citatih mulai dari Jeram Warok, Jeram Naga, Jeram Gigi, Jeram Patah, dan Jeram Penyesalan.

Jeram yang ada di Sungai Citatih ini memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda, mulai dari tingkat dua hingga lima. Sedangkan jarak tempuhnya terdiri dari empat jenis. Untuk yang 4 km diperuntukan untuk keluarga beserta anak kecil, dengan waktu tempuhnya sekitar satu jam.

Ada juga jarak 9 km untuk para pemula, selama dua jam. Sementara jeram sepanjang 12 km khusus untuk yang sudah berpengalaman, dengan waktu tempuh selama tiga jam. Nah, yang terakhir, berjarak 22 km yang waktu tempuhnya mencapai lima jam.

Semantara itu, Sungai Citarik merupakan salah satu sungai yang paling cocok untuk melakukan arung jeram, dengan kondisi aliran yang dipenuhi bebatuan sehingga mampu menciptakan jeram yang menantang.

Sungai ini pun belum lama menjadi arena ajang kejuaraan arung jeram tingkat dunia (World Rafting Championship) pada 29 November hingga 8 Desember 2015 lalu.

Rafting Sungai Citarik berada pada posisi grade IV. Sungai yang memiliki grade IV memiliki karakteristik jeram panjang yang menyambung, kemiringan yang ekstrim dan bebatuan besar di sekitar jeram. Ada beberapa pilihan jarak yang bisa Anda pilih. Jarak 5 km, 9 km, atau 12 km.

Sungai ini mempunyai keunggulan lebih dibandingkan dengan sungai-sungai yang ada di Tanah Air lainnya, bahkan dibandingkan dengan lokasi serupa di berbagai belahan dunia.

Sungai Citarik memiliki debit (air) cukup, air yang bersih, dan arus yang relatif stabil sepanjang tahun. Rutenya pengarungan di Sungai Citarik sudah memenuhi standar Federasi Arung Jeram Internasional atau International Rafting Federation (IRF).

Nah untuk melakukan kegiatan yang bisa dibilang extreme ini namun baik untuk kesehatan dan pengalaman sebaiknya gunakan pakaian nyaman dan mudah kering mengingat Anda akan banyak terkena cipratan air sungai.

Apabila cuaca panas dengan suhu air dingin disarankan mengenakan wet suit. Sementara itu, saat cuaca dingin dan suhu air dingin maka kenakan wet suit dikombinasi dengan jaket khusus.

Saat sedang ber-arung jeram jangan lupa kenakan pelampung dan helm khusus arung jeram dengan baik dan rekat. Dengar dan patuhi instruksi operator demi keselamatan Anda.

Saat pengarungan konsentrasilah pada instruksi pemandu (captain) apa yang harus dilakukan bila bertemu jeram dan bebatuan. Jangan khawatir jika di tengah pengarungan perahu terbalik.

Operator sudah bersiap dengan penyelamatan, pengunjung cukup berenang dengan santai atau ikutilah aliran air. (Foto : Wien Wongso Soehardjo)

About the author

Related Posts