Tourism

6 Wisata Kapal Karam Beraroma Mistis di Perairan Indonesia

Perairan Indonesia tidak hanya dikenal dengan keindahan dan kekayaan alamnya, namun juga aroma mistisnya. Aroma mistis datang dari lokasi kapal karam. Meski beraroma mistis namun kini lokasi bersemayamnya bangkai kapal tersebut menjadi tempat wisata kapal karam yang menarik untuk dikunjungi

 

Siapa yang tidak mengenal kapal Titanic? Kapal penumpang asal Inggris ini tenggelam di Samudera Atlantik pada 15 April 1912. Kapal ini menabrak gunung es dan membuat seluruh penumpangnya meninggal. Sangking terkenalnya, kisah ini dibuat sebuah film yang berjudul sama yaitu Titanic yang dimainkan oleh Leonardo DiCaprio dan Kate Winslet.

Cerita soal kapal karam sebenarnya sering terjadi di dunia perairan. Namun menariknya, beberapa kapal karam ternyata kini menjadi salah satu obyek wisata yang menarik dan dikunjungi oleh wisatawan lokal dan mancanegara. Apa saja? Berikut kapal karam yang menjadi obyek wisata di Indonesia.

1. Perairan Natuna

Salah satu perairan di Kepulauan Riau ini pernah menjadi jalur lalu lintas kapal-kapal asing pada abad ke-17 dan 18. Kapal-kapal itu umumnya singgah di Pulau Natuna untuk transit.

Situs bangkai kapal uap pada era Revolusi Industri Inggris pernah ditemukan di perairan itu, dekat dengan Pulai Natuna. Bangkai kapal ini diprediksi mirip dengan kapal uap SS Great Britain yang membawa ribuan imigran menuju Australia pada era 1850-an.

2. Belitung

Situs resmi UNESCO menyebut bangkai kapal dari Dinasti Tang, yang berlayar pada abad ke-9 Masehi, ditemukan nelayan di perairan Belitung pada 1998. Kapal ini diprediksi melakukan perjalanan Maritime Silk Route dari Cina. Kapal itu mengangkut keramik.

Kapal diprediksi telah melakukan perjalanan melewati Vietnam Selatan dan akan menuju Selat Singapura, Selat Malaka, dan Semenanjung Malaya. Namun kapal ini tenggelam di Belitung, jauh dari rute yang direncanakan. Bangkai kapal ini sekarang masih tersimpan di Asian Civilization Museum, Singapura.

3. Selat Sunda

Selat Sunda diketahui pernah menjadi jalur lalu lintas ramai sejak zaman VOC. Tak heran beberapa kapal ditemukan tenggelam di perairan ramai ini.

Situs Sea Asia Pasts mengungkap, bangkai kapal HMAS Perth dan USS Houston tenggelam di Selat Sunda, sebelah barat Jakarta. Kapal angkatan laut ini karam lantaran diserang armada Jepang. Penyerangan itu terjadi pada dinihari, 1 Maret 1942. Dalam tragedi itu, seribuan penumpang berada di kapal dan diketahui telah menjadi korban.

Pada 2013, beberapa bagian dari bangkai kapal dilaporkan dicuri oleh sebuah kapal tongkang. Bagian tersebut memuat logam bekas yang nilainya dikabarkan mencapai US$ 1 juta.

Baca Juga : 5 Tempat Wisata Jakarta yang Tak Banyak Orang Tahu

4. Perairan Makassar

Sulawesi, khususnya di bagian perairan Makassar, pernah menjadi jalur perdagangan maritim tersibuk. Kapal-kapal, khususnya dari Eropa, tercatat pernah singgah di sana.

Sejumlah bangkai kapal pernah ditemukan di dasar laut perairan itu. Di antaranya bangkai kapal milik Belanda dan Prancis yang bertempur pada 1960-an.

Untuk melindungi warisan sejarah dan harta karun terpendam ini, pemerintah Indonesia oleh dunia diusulkan membangun Pusat Pelatihan Regional Warisan Budaya Bawah Air di Benteng Rotterdam, Makassar.

5. Halmahera Utara, Maluku Utara

Kapal Jepang, Toshimaru, pada era Perang Dunia II diketahui pernah karam di perairan Halmahera Utara, Maluku Utara. Kapal ini konon tenggelam lantaran dibom oleh Amerika.

Bodi kapal ditemukan terpecah menjadi dua bagian. Salah satu bagiannya terdampar di Desa Ngofagita, Malifut. Bangkai kapal yang ditemukan di tepi pantai itu dimuseumkan di Ngofagita dan menjadi obyek wisata sejarah.

6. Tulamben, Bali

Obyek wisata Tulamben, yang berada di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali ini merupakan salah satu lokasi menyelam terbaik di Indonesia. Keunikan obyek wisata ini adalah kehadiran bangkai Kapal USS Liberty milik Amerika Serikat yang karam.

Berdasar cerita yang beredar, kapal itu mengangkut bahan-bahan makanan dari Singaraja menuju Denpasar dan terkena torpedo pasukan Jepang ketika Perang Dunia II. Kapal yang panjangnya 120 meter itu membujur di dasar laut serta sudah dipenuhi oleh tumbuhan-tumbuhan laut.

About the author

Related Posts