Food

5 Masakan Hakka Paling Enak di Glodok

Salah satu lokasi yang terkenal dengan peranakan Tionghoa adalah Glodok, Jakarta Barat. Menjelang Imlek, kawasan ini menjadi salah satu ikon yang mesti di kunjungi. Tak sedikit yang pengunjung yang datang ingin mencicipi masakan hakka.

Ada banyak versi kisah asal-muasal dari Glodok. Sebuah versi menyebutkan Glodok berasal dari suara pancoran air yang kerap berbunyi saat mengeluarkan air di sekitar daerah tersebut. Bunyi suara tersebut ‘glojok-glojok’. Dan karena suara tersebut, daerah itu disebut Glodok.

Terlepas dari beragam versi soal Glodok, kawasan ini menyimpan banyak sudut menarik, terutama berkaitan dengan kuliner peranakan dan Tionghoa. Berikut beberapa di antaranya.

KOPI ES TAK KIE
Tak berapa jauh dari Gang Gloria, di sebelah kanan Anda akan menemukan kedai minum kopi yang bisa dibilang tertua di Jakarta. Kopi Es Tak Kie didirikan pada 1920-an. Kedai ini masih setia menjajakan minuman khasnya, kopi es, dan es kopi susu. Kopinya sendiri berasal dari berbagai daerah dan diproses sendiri, seperti disangrai sebelum diolah dan dihidangkan.

Saat tamu memesan kopi es, maka barista Kopi Es Tak Kie akan menuangkan kopi panas ke dalam gelas yang telah diberi gula. Kemudian es batu dimasukkan hingga rasa kopi yang kental tidak begitu melekat, namun tidak menghilangkan aroma kopi itu sendiri.

Jika Anda lebih menyukai kopi susu, maka barista akan menuangkan kopi kental manis dalam kopis es. Dan jadilah es kopi susu Tak Kie. Sebaiknya jangan datang setelah makan siang, karena bila stok kopi siap saji habis, kedai pun akan tutup di siang hari.

Buka pukul 08.00-15.00
Harga: Kopi es Rp 15 ribu, es kopi susu Rp 20 ribu

Baca Juga : 8 Ragam Kuliner Pembawa Keberuntungan Saat Tahun Batu Imlek

RUJAK SHANGHAI
Jangan bayangkan cabai, bumbu kacang, gula merah, dan atribut lain laiknya olahan rujak. Karena yang satu ini terdiri atas cumi yang direbus setengah matang, kerang macan, dan ubur-ubur. Ketiganya adalah komposisi wajib rujak Shanghai.

Kangkung segar dan saus tomat racikan sendiri menambah kegurihan rujak ini. Sebaiknya tidak perlu ditambahkan sambal karena rasa saus tomatnya sudah gurih dan ikan lautnya pun segar. Anda bisa menemukan pedagang ini juga di lokasi yang sederetan dengan Gang Gloria.

Buka pukul 09.00-17.00
Harga: Rujak Rp 30 ribu, es teh manis Rp 10 ribu.

KARI LAM
Manu yang satu ini terdapat di Gang Gloria. Nama Lam diambil dari nama si empunya kedai; Alam. Sebelumnya, Alam menjual Kari Lam di Medan dan baru pada 1970 -ketika pindah ke Jakarta, mulai menjajakan kari Lam di kawasan Petak Sembilan. Kari Lam menyajikan dua menu kari, kari ayam dan kari sapi.

Carang menghidangkannya pun dengan dua cara, yakni dipadu birun atau nasi. Rasa kuah tidak sekental seperti kebanyakan kuah opor atau gulai. Hal ini membuat kuah Kari Lam akan terasa lebih segar saat disantap.

Namun rasa rempah-rempah khas Indonesia begitu terasa di lidah. Sebelum diolah, rupanya dagingnya pun dibumbui terlebih dulu, sehingga bumbu meresap. Kari juga ditambah potongan kentang rebus yang jika dimakan dengan bihun akan crpat membuat perut kita kenyang. Anda juga bisa memesan tambahan ati ampela jika ingin memperkaya komposisi kari.

Buka pukul 09.00-18.00
Harga: kari ayam Rp 25 ribu, kari daging sapi Tp 30 ribu
Nasi/bihun Rp 5.000-10 ribu

Baca Juga : 4 Wisata Imlek di Bogor yang Keren Untuk Dikunjungi

MI KANGKUNG SI JANGKUNG
Mi kangkung si Jangkung memang khas. Memiliki kuah yang kental dan nikmat jika diseruput. Kuahnya lebih kental ketimbang mi ayam. Dan di situlah kenikmatan menyantap hidangan yang satu ini. Potongan daging ayamnya juga cukup besar. Ada pula udang segar ditebar di atas mie dan menjadi lauk yang pas untuk disantap saat istirahat siang.

Minya memiliki tingkat kekenyalan dan kegurihan yang khas dibuat sendiri oleh sang pemilik kedai. Sayuran kangkung dan taoge membikin sajian ini lebih segar. Sedangkan rasa gurih muncul dari kuahnya yang dibubuhi saus tiram dan minyak wijen.

Buka pukul 09.00-18.00
Harga: mi ayam Rp 25 ribu, siomay per potong Rp 6.000

GADO-GADO DIREKSI
Dari namanya, sejarah gado-gado ini juga unik. Namanya mengacu pada kelompok orang yang kerap datang untuk bersantap di sini. Memang kebanyakan konsumen adalah para direktur dan orang berdasi. Karena itu, kemudian dikenal sebagai Gado-Gado Direksi. Bumbu kacang dari gado-gado ini terasa gurih, kenyal, dan pedasnya menyatu.

Sayur mayur pun terasa di setiap gigitan. Kerupuk udang dan emping sebagai tambahan melengkapi kelezatan gado-gado ini. Rasanya tak mengherankan jika direksi sampai mantan presiden selalu memesan Gado-Gado Direksi sebagai santapan siangnya.

Buka pukul 09.00-16.00
Harga: Rp 30 ribu

About the author

Related Posts