legenda asean games
Sports

3 Legenda Asean Games dari Indonesia

Di setiap perhelatan Asian Games, Indonesia sering kali menyumbangkan berbagai prestasi. Sedikit menilik ke sejarah pesta olahraga terbesar di Asia tersebut, ada beberapa nama yang tercatat hampir tak pernah absen mengharumkan nama bangsa.

Bahkan karena segudang prestasinya yang tak terhitung untuk negara,  sebutan legenda Asian Games dari Indonesia seolah pantas mereka dapatkan.

Siapa sajakah legenda Asian Games dari Indonesia yang dimaksud? Ada 3 di antaranya yang hingga saat ini menjadi panutan banyak atlet lain:

1. Yayuk Basuki

Legenda Asian Games dari Indonesia yang pertama datang dari cabang olahraga tenis. Pada era 90-an, Indonesia pernah menyita perhatian dunia melalui sosok Sri Rahayu Basuki, atau lebih dikenal dengan Yayuk Basuki.

Pada masa keemasannya, Sang Jaguar Asia diketahui sempat merengkuh berbagai gelar bergengsi termasuk Asian Games 1986, 1990, 1994, dan 1998. Tak tanggung-tanggung, saat itu Yayuk m membawa pulang medali emas pada sektor tunggal dan ganda puteri.

Sejumlah petenis kelas dunia bahkan pernah ditaklukan oleh kehebatan wanita asal Yogyakarta ini. Diantaranya Martina Hingis, Amelie Mauresmo, Lindsay Davenport, Gabriel Sabatini, Anke Huber, Iva Majoli, Anna Kournikova, dan Mary Pierce.

Hingga kini, nama Yayuk Basuki masih berkibar lantaran namanya sukses menempati posisi ke-19 versi Women’s Tennis Association (WTA) untuk kelas tunggal, serta peringkat ke-9 untuk kelas ganda.

2. Ricky Subagja

Gelaran Asian Games juga pernah dihebohkan oleh prestasi dari Ricky Subagja. Selama menjadi Atlet, pria berusia 45 tahun ini berhasil mengharumkan nama bangsa di berbagai ajang bulu tangkis.

Keberhasilanya terbukti dengan medali emas yang ia peroleh, khususnya pada sektor ganda putera di Asian Games 1994 dan 1998. Catatan Ricky yang paling mentereng adalah ia kembali mendulang sukses dengan medali emasnya pada Olimpiade Atlanta 1996.

Ternyata selain digadang-gadang menjadi legenda Asian Games dari Indonesia, ia pun sangat peduli dengan masa depan kota kelahirannya! Kabar terakhir, Ricky Subagja kini telah melebarkan sayapnya di bidang politik dengan menyalonkan diri sebagai calon walikota Bandung.

3. Hermensen Ballo

Sebelum akhirnya pensiun dari dunia keatletan, legenda Asian Games dari Indonesia Hermensen Ballo sempat ramai diperbincangkan karena prestasinya di cabang olahraga tinju.

Pada Asian Games 1998 salah satunya, pria yang kini beralih profesi sebagai pegawai negeri sipil tersebut berhasil menyumbangkan medali perak.

Meski sudah tidak aktif lagi bermain tinju, guna menarik minat masyarakat NTT menjadi petinju profesional, Hermensen Ballo mendirikan sebuah sasana tinju di Kupang bernama Benteng Concordia BC sebagai wahana untuk melatih anak-anak NTT yang berbakat di bidang olahraga tinju.

Tahun depan, Asian Games akan diadakan di Jakarta dan Palembang. Pesan beberapa legenda Asian Games dari Indonesia lainnya, kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Asian Games 2018 nanti tidak saja harus sukses dari sisi penyelenggaraan, namun juga harus dari segi prestasi.

Lalu, akankah Asian Games 2018 kembali menelurkan legenda Asian Games dari Indonesia? Tunggu aksi terbaik mereka 10 bulan mendatang!

About the author

Related Posts